Cek Ulang, Calon Siswa Miskin

oleh -53 views
Ilustrasi (riaureportase.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (riaureportase.com)
Ilustrasi (riaureportase.com)

PERLU ada penelusuran terkait pemenuhan hak warga usia sekolah dari golongan kurang mampu dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru Kota Bandung 2014. Calon siswa yang berasal dari kalangan kurang mampu harus terakomodir dengan baik di sekolah mana pun.

“Harus diverifikasi lagi, apakah benar tidak ada, atau tidak mendaftar? Wali kota harus instruksikan pejabat berwenang untuk mengecek kembali warga miskin bisa dipenuhi haknya,” kata Koordinator Bidang Kajian Koalisi Pendidikan Kota Bandung Ben Satriatna, di Bandung, Rabu (9/7/2014).

Pemerintah Kota Bandung harus kembali bergerak untuk memastikan tidak ada siswa yang terabaikan hak untuk sekolah. Verifikasi bisa dilakukan baik melalui basis data yang ada di Dinas Pendidikan, atau juga hasil verifikasi data Badan Pusat Statistik.

Pihak kecamatan dan kelurahan hingga tingkat RT juga bisa dikerahkan untuk menjamin warga di sekitarnya mendapatkan kursi dari kuota yang disediakan di setiap sekolah.

Ben menambahkan, hal itu penting dilakukan mengingat lemahnya aksesibilitas warga kurang mampu dalam mendapatkan informasi. Tidak semua warga miskin bisa mendapatkan informasi dari media massa apalagi media daring.

Sementara fungsi sosialisasi pemerintah melalui aparatur kewilayahan bisa jadi belum maksimal dikarenakan minimnya jangka waktu sosialisasi yang disediakan.

KPKB khawatir, warga usia sekolah dari kalangan kurang mampu tidak mengetahui jika mereka dilindungi hak pendidikannya melalui Perwal PPDB Kota Bandung 2014.

Ada kuota setidaknya 20% di setiap sekolah. Bahkan, di sejumlah sekolah yang berada di kantong pemukiman padat warga miskin diberi keleluasaan dalam mengajukan kuota tambahan bagi calon siswa dari keluarga miskin.

“Ada orang tua yang melaporkan tidak berani masuk ke sekolah yang dulu dianggap favorit. Orang miskin tetap banyak di Bandung berdasarkan data penerima beasiswa dan bantuan. Padahal sekolah diberikan kewenangan mengatur, bisa mengajukan kuota untuk siswa miskin kalau peminatnya besar. Tetapi apakah benar tersosialisasikan dari kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT? Perlu penelusuran lagi,” ujarnya.

Berdasarkan data awal perkiraan usia sekolah dengan dasar data BPS, setiap sekolah yang terutama di wilayah Bandung Wetan dan Sumur Bandung cuma menampung 100-150 calon siswa usia sekolah.

Sementara di wilayah lain, jumlah usia sekolah calon siswa dengan jumlah sekolah harus menampung 500-700 calon siswa dalam satu sekolah.

“Jadi kuota siswa miskin memang terlihat kosong di PPDB online. Jika ada keterbatasan kuota sekolah karena fasilitas ruang kelas terbatas, calon siswa miskin bisa diarahkan ke sekolah-sekolah yang minim peminat siswa miskin. Utamakan warga kurang mampu yang kekurangan akses informasi ini,” tutur Ben.(pikiran-rakyat.com)

 

47 thoughts on “Cek Ulang, Calon Siswa Miskin

  1. Ping-balik: 먹튀검증추천
  2. Ping-balik: vr80
  3. Ping-balik: real-gomovies
  4. Ping-balik: diamond art kits
  5. Ping-balik: 메이저놀이터
  6. Ping-balik: sdwyzxma
  7. Ping-balik: CI/CD
  8. Ping-balik: buy viagra
  9. Ping-balik: custom essay help
  10. Ping-balik: zithromax 250
  11. Ping-balik: buy ivermectin uk
  12. Ping-balik: 1 albuterol
  13. Ping-balik: dapoxetine pharmacy
  14. Ping-balik: metformin class
  15. Ping-balik: Car Parts
  16. Ping-balik: covid-19 vietnam
  17. Ping-balik: sexy tinder pics

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.