Cegah Perploncoan, Pemkot Sukabumi Buka Posko Pengaduan MPLS

oleh -5 views
Ilustrasi.Masa Orientasi Siswa (republika.co.id)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi.Masa Orientasi Siswa (republika.co.id)
Ilustrasi.Masa Orientasi Siswa (republika.co.id)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Sukabumi, Senin 18 Juli 2016 membuka posko pengaduan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pembentukan tempat pengaduan dilakukan untuk mengantisipasi kegiatan Masa Orientasi Sekolah (MOS) terhindari dari aksi kekerasan dan perploncoaan saat kegiatan tersebut berlangsung.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, di sela-sela pembukaan MPLS se-Kota Sukabumi yang berlangsung di aula Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0607, Sukabumi Kota. “Tidak hanya tindakan kekerasan dan perploncoan, tapi kami membuka pengaduan bila ada indikasi tindakan diskriminasi dan intimidasi terhadap siswa baru,” katanya.

Achmad Fahmi mengungkapkan untuk mengantisipasi tindakan kekerasan atau tindakan perisakan (bullying) yang dilakukan para pelajar lainnya. Tidak hanya mengoptimalkan pengawasan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, tapi seluruh kegiatan kini diserahkan kepada guru-guru disekolah masing-masing.

“Sedangkan siswa senior hanya diberikan tugas sebagai pendamping dari adik-adiknya. Seluruh tanggungjawab diberikan kepada pihak sekolah untuk turut serta mengawasi kegiatan tersebut. Bila terjadi tindak yang mencoreng kegiatan MPLS segera laporkan,” katanya.

Achmad Fahmi mengatakan bagi sekolah ditemukan melakukan tindakan kekerasan dalam kegiatan MPLS, akan diberikan sanksi. Tidak hanya tindakan administrasi kepada kepala sekolah, tapi akan melakukan tindakan tegas kepada siswa yang kedapatan melakukan bullying. “Setiap sekolah sudah membuat peraturan. Kalau salah, melakukan bullying akan dikenakan sanksi berat,” katanya.

Sementara itu, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0607, Sukabumi Kota, Syaiful mengatakan MPLS yang dikonsentrasikan di Makodim merupakan langkah mendukung peningkatan kualitas kegiatan. Apalagi tidak hanya pemberian materi bela negara, tapi pemberian materi ancaman bahaya narkoba, seks bebas hingga berandalan bermotor.

“Karena tantangan dan ancaman kedepan semakin berat, maka sangat diperlukan adanya sinergitas lintas dinas dan lembaga lain untuk menyelamatkan para pelajar. Terkikisnya rasa nasionalisme, narkoba, geng motor perlu disikapi secara bersama. Karena itu, rasa bela negara harus ditumbuhkan sejak dini,” katanya.

Syaiful mengatakan menumbuhkan rasa bela negara merupakan materi utama yang perlu diberikan kepada para pelajar. Materi tersebut sangat penting demi kemajuan dan kukuhnya bangsa indonesia. Apalagi di era global seperti sekarang ini, tantangan dan ancaman semakin berat.( pikiran-rakyat.com)