Cara Kreatif Meningkatkan Kemampuan Anak

oleh -4 views
Cara Kreatif Meningkatkan Kemampuan Anak (prioritaspendidikan.org)
Arrief Ramdhani
Cara Kreatif Meningkatkan Kemampuan Anak (prioritaspendidikan.org)
Cara Kreatif Meningkatkan Kemampuan Anak (prioritaspendidikan.org)

SETELAH mengikuti pelajaran selama satu semester, kepala sekolah dan guru-guru menemukan kesulitan untuk menangani kelas dengan kemampuan anak yang sangat berbeda. Beberapa anak sudah bisa membaca, tetapi ada juga yang hanya hafal satu atau dua huruf. Untuk menangani hal tersebut, sebuah tindakan kreatif dilakukan oleh SD YPPK Pikhe. Anak-anak didik kelas 1 di SD YPPK Pikhe dibagi menjadi dua kelas berdasar kemampuan mereka. Di satu kelas untuk anak-anak didik yang sudah bisa membaca, guru bisa meneruskan pelajaran sebelumnya. Satu kelas lagi untuk anak-anak didik yang masih mengalami kesulitan membaca. Kelas kedua ini diajar oleh seorang guru honorer, Rosita Ayamiseba.

Gaya diferensiasi ini bisa diterapkan di sekolah-sekolah yang lain juga untuk mengatasi perbedaan kemampuan antara anak didik. Anak didik di kelas Ibu Rosita kian percaya diri waktu mereka mendapat pelajaran yang sesuai dengan tingkat kemajuan mereka. Di ruang kelas sebelah, anak-anak juga lebih semangat.

banner 728x90

Rosita dengan teratur menggunakan Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP) dan mengikuti langkah-langkah di buku panduan BPKP dengan tepat. Dia menyatakan bahwa anak-anak didik yang selalu masuk sudah paham dan bisa lakukan apa yang diajarkan. Namun, anak-anak didik lain bermasalah karena tidak teratur masuk sekolah. “Saya kadang pusing dengan anak-anak yang tidak datang setiap hari. Pada saat saya sudah mengajar bahan baru, mereka tidak ada. Waktu datang lagi, mereka tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik,” kata Rosita. Hal ini dibuktikan juga dengan hasil tes bahwa ternyata anak-anak yang masih kesulitan membaca adalah anak-anak yang sering absen.

Sebagai upaya mengatasi masalah ini, sekolah menyebarkan surat undangan kepada orang tua atau wali anak-anak didik di kelas Rosita. Sekitar 20 orang tua menghadiri pertemuan tersebut. Rosita memberikan pemahaman tentang proses membaca dan pentingnya dukungan orang tua untuk pendidikan anak. Ia juga menjelaskan bahwa semua orang tua diharapkan bisa membantu anak-anak belajar di rumah. Beberapa orang tua kebingungan untuk membantu anak-anak karena mereka sendiri tidak bisa membaca. Untuk itu, Rosita menjelaskan bahwa ada hal-hal lain yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak-anak, yaitu berdoa untuk anak, mengantarkan sampai di sekolah supaya anak ‘tidak kabur’ di tengah jalan, dan memastikan anak tidur tepat waktu. Orang tua juga sangat mengerti bahwa anak juga perlu makan sesuatu sebelum berangkat ke sekolah, jangan sampai bunyi perut lebih keras daripada bunyi huruf. Salah satu hasil dari pertemuan ini adalah meningkatnya kehadiran anak didik di kelas Rosita. (prioritaspendidikan.org)