Bupati Purwakarta Sindir Kurikulum 2013 Lewat Lagu Dangdut

oleh -22 views
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi
Arrief Ramdhani
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

RENCANA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan menghapus Kurikulum 2013 terus menuai kontroversi. Bahkan, langkah pemerintah ini tak jarang mendapat sindiran, seperti yang dilakukan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

“Kurikulum 2013 ini ibarat lagu Rhoma Irama, kau yang mulai kau yang akhiri. Atau kalau kata Meggi Z, kau yang nyalakan, kau pula yang padamkan,” celetuk Dedi kepada Okezone, Senin (15/12/2014).

banner 728x90

Celotehan Dedi ini bukan tanpa alasan. Bupati yang kerap berdandan nyentrik ini mempertanyakan kenapa sebuah kebijakan yang menyangkut keberlangsungan keberadaban sebuah bangsa menjadi kebijakan yang tidak mencerminkan kematangan dalam berpikir dan kecerdasan dalam bertindak.

“Sudah berapa besar uang yang dibelanjakan untuk membeli buku, berapa besar uanag yang dibelanjakan untuk membeli iklan, sosialisasi, pelatihan dan sistem yang dibangun? Angka-angka tersebut kini menjadi angka-angka tanpa makna dan terbuang percuma di tengah-tengah negeri yang sibuk melakukan efisiensi,” sesalnya.

Dedi mempertanyakan, ketika sekarang pemerintah memutuskan kembali ke Kurikulum 2006, mengapa dulu membuat Kurikulum 2013? Guru dan murid, kata Dedi, adalah manusia yang memiliki rasa, bukan tumpukan kertas atau barang tanpa makna. “Tidak beradab rasanya menempatkan mereka sebagai bagian dari percobaan estimasi berpikir sempit yang dilakukan oleh para pakar pendidikan,” tandasnya.

“Pemerintah sekarang kan yang berganti hanya menteri dan nama departemennya saja. Yang menyusun dan menghentikan Kurikulum 2013 adalah orang dan lembaga yang sama. Persoalan dihentikannya pelaksanaan Kurikulum 2013 menimbulkan pertanyaan yang cukup mendalam. Ini lah yang namanya kau yang mulai kau yang mengakhiri,” pungkas Kang Dedi.(kampus.okezone.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.