Bupati Jamin Keberlanjutan Program USAID

Wednesday 04 February 2015 , 10:25 AM
Siswa SDN 1 Panembahan, Plered, Kabupaten Cirebon menyajikan hasil kerja kelompok.(USAID Prioritas)

Siswa SDN 1 Panembahan, Plered, Kabupaten Cirebon menyajikan hasil kerja kelompok.(USAID Prioritas)

BUPATI Kuningan dan Cirebon menunjukkan komitmen tinggi terhadap program pendidikan USAID PRIORITAS karena program dipandang sangat relevan dengan kebutuhan daerah. Bupati Kuningan ingin kualitas semua sekolah sejajar, setiap sekolah adalah sekolah unggulan. Ini merupakan titik-temu antara program USAID dan program pendidikan pemerintahan Kuningan. Bupati Cirebon mengaku masih kesulitan meningkatkan angka indek s pendidikan manusia (IPM) dan setahun berjalan program USAID dianggap sudah menunjukkan dampak positif. Oleh sebab itu, kedua bupati ini berjanji menyebarluaskan program USAID ke seluruh kecamatan dan menjaga keberlanjutan program.

Demikian terungkap dalam pertemuan tim USAID PRIORITAS Jawa Barat dengan bupati Kuningan (27/1) dan bupati Cirebon (29/1). Tim USAID PRIORITAS Jabar, yang dipimpin Erna Irnawati, koordinator provinsi, berdiskusi dengan kedua bupati mengenai perkembangan program pendidikan USAID di daerah.

Erna Irnawati memaparkan perkembangan program yang sudah berjalan setahun di Kuningan dan Cirebon. Menrutnya, dampak program sudah mulai terlihat di sekolah mitra. Kinerja siswa mengalami kemajuan penting. Mereka tampak merasa betah di sekolah. Kini mereka mengaku menyukai mata pelajaran Matematika, misalnya, yang sebelumnya dianggap sulit. “Guru-guru berperan lebih sebagai fasilitator pembelajaran yang memungkinkan siswa lebih menjadi pusat pembelajaran dan percaya diri bekerjasama serta berdiskusi,” ujar Erna.

“Untuk menjamin kesamaan mutu sekolah, termasuk di wilayah terpencil, para fasilitator USAID selama ini menjadi motor penggerak inovasi pendidikan,” ujar bupati Kuningan Utje Khairiyah Hamid Suganda. Utje menegaskan secara khusus, guru memainkan peranan strategis dalam keseluruhan proses pendidikan. Setiap upaya meningkatkan mutu pendidikan seharusnya dimulai dari guru, yakni dengan meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraannya. Untuk mengatasi kekurangan guru, langkah kongkret USAID dalam penataan dan pemerataan guru (PPG) sangat membantu. Selama ini Kuningan sudah melakukan PPG dalam bentuk merger sekolah.

Sementara itu, bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra menyebut kepala sekolah mitra USAID dan para fasilitator daerah (Fasda) merupakan kelompok kunci untuk memajukan pendidikan di kabupaten Cirebon. Untuk memperlancar penyebarluasan program USAID, pihak dinas pendidikan kabupaten Cirebon berniat menambah jumlah fasilitator daerah melalui penyelenggaraan Training of Trainers  (TOT) tingkat kabupaten Cirebon dengan sumber dana APBD. Dengan penyebarluasan program USAID bupati berharap IPM Cirebon bisa meningkat lebih baik.

Bupati mengungkapkan rasa terima kasih kepada USAID dan menunjukkan komitmennya untuk menjamin keberlanjutan program. [USAID Prioritas/DS]

Comments are closed.