Bupati Garut: Peserta Didik yang Penting Masuk Dulu, Soal Dana Belakangan

oleh -4 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

BUPATI Garut Rudy Gunawan dan Wakil Bupati Garut Helmi Budiman melakukan inspeksi mendadak terhadap sejumlah sekolah yang menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2014, Sabtu (5/7).

Bupati mengatakan hal tersebut sebagai langkah dalam memastikan komitmen para kepala sekolah untuk mendahulukan penerimaan peserta didik baru tanpa dihambat masalah pembayaran biaya masuk atau biaya pendaftaran ulang.

“Jadi di Garut ini, yang penting para peserta didik baru bisa masuk dulu ke sekolah tujuannya. Masalah kekurangan dana pendaftaran, itu dibicarakan belakangan. Yang penting hak anak untuk mendapat pendidikan didahulukan,” kata Bupati saat ditemui di sela kunjungannya, Sabtu (5/7).

Pada kenyataannya, kata Bupati, orang tua peserta didik yang berekonomi lemah diberi keringanan dalam membayar biaya iuran sekolah atau biaya masuk. Setiap sekolah, hampir 20 persen siswanya mendapat keringanan tersebut, bahkan tidak dipungut biaya.

Sistem subsidi terbesar, katanya, dilakukan sendiri oleh masing-masing sekolah. Para peserta didik yang memiliki tingkat ekonomi kuat membayar iuran lebih besar daripada yang lainnya, untuk membayar biaya bagi peserta didik berekonomi lemah.

Dana BOS yang diberikan pemerintah untuk para peserta didik tingkat SMA, katanya, dinilai masih kurang untuk operasional sekolah. Dana BOS yang diberikan hanya sekitar Rp 1 juta per siswa, sedangkan biaya operasionalnya mencapai Rp 4 juta per siswa.

Kurangnya jumlah dana BOS, katanya, membuat para peserta didik tingkat SMA masih harus membayar iuran dengan besaran sesuai kesepakatan komite sekolah. Padahal, semua sekolah harus tetap memenuhi delapan standard pendidikan nasional.

“Pemda Garut rencananya menganggarkan Rp 40 miliar untuk membiayai sekolah 8.000 siswa pada 2014. Hal ini untuk membantu biaya operasional belajar-mengajar. Kalau keseluruhan, 42 persen APBD Kabupaten Garut sendiri untuk bidang pendidikan,” katanya.(jabar.tribunnews.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.