Bupati Ajak Pelajar Jadi Generasi Hebat

oleh -8 views
BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi ajak pelajar jadi generasi hebat
Arrief Ramdhani
BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi ajak pelajar jadi generasi hebat
BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi ajak pelajar jadi generasi hebat

BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi berharap para pelajar menjadi generasi yang mampu mengenali lingkungan, agar mereka menjadi generasi unggul.

“Saya berharap pelajar menjadi generasi unggul,bukan hanya jadi generasi pekerja,” katanya, dalam pertemuan dengan para pelajar SMP Negeri I Purwakarta, belum lama ini.

Mengenali lingkungan merupakan dorongan untuk berkeinginan maju baik secara ekonomi, maupun kebudayaan.

“Kita harus berusaha dan tidak boleh jadi bangsa pekerja. Apalagi gaji pekerja pabrik pribumi selalu lebih rendah dibandingkan dengan gaji orang asing,” ucapnya.

Di sisi lain, tambah Bupati, Indonesia memiliki kekayaan melimpah, seperti lautdan hutan yang luas, dan ratusan ribu jenis tanaman obat-obatan yang tumbuh dengan sempurna.

Akan tetapi kurang terkelolakarena sistem pendidikan di Indonesia tak berbasis lingkungan. Lain halnya di negara lain, para pelajar selalu diperkenalkan pada lingkungan mereka, sehingga lahir generasi-negerasi unggul.

“Contoh di Jepang pelajar diajarkan bertani, beternak, dan menenun. Itu mereka lakukan secara tradisional. Saya ingin merombak cara berpikir orang Purwakarta, terutama para pelajarnya untuk menjadi generasi unggul, generasi hebat,” paparnya.

Ia juga menjelaskan,bagaimana suku Sunda yang telah berhasil menjadi suku bangsa yang hebat, sehingga diharapkan anak–anak Sunda bisa menjadi generasi yang hebat pula.

“Sunda adalah bagian dari peradaban dunia, dan merupakan suku bangsa yang hebat. Karena bangsa hebat maka generasinya harus hebat. Ciri orang hebat adalah yang punya keyakinan dengan falsafah miindung ka waktu mibapa ka jaman. Kita harus menyesuaikan diri dengan perubahan,” tuturnya.

Secara khusus Bupati meminta SMPN I Purwakarta, untuk mengajarkan cara menenun dengan menggunakan alat tenun tradisional.

“Saya siapkan Rp50 juta untuk membantu menyediakan mesin tenun tradisional,” ujarnya, yang disambut tepuk tangan para pelajar dan guru SMPN I.

Selain memberikan motivasi, Dedi juga menyosialisasikan 7 hari pendidikan istimewa, di mana para peserta didik akan belajar di kelas dengan tema berbeda. Ini dimaksudkan untuk menumbuhkan keyakinan dan mengurangi beban peserta didikdalam belajar.

Hari Senin disebut “ajeg nusantara”yakni peserta didikakan belajar tentang nusantara dan menumbuhkan kecintaan terhadap nusantara itu sendiri. Hari Selasa “mapag buana” yakni pembelajaran tentang seluk beluk dunia.

Rabu”maneuh di sunda”untuk belajar kesundaan dan kearifan lokal. Kamis “nyanding wawangi”dimaksudkansebagai hari estetik di mana pelajar akan belajar tentang nilai estetika.

“Di hari itu (Kamis) kalian boleh memakai baju bebas, tapitidak berlebihan,” ucap Bupati

Selanjutnya hari Jumat “nyucikeun diri” yakni belajar tentang nilai spiritual. Sedangkan hari Sabtu dan Minggu “betah di imah” dengan maksud parapel ajar  diberikan waktu leluasa dengan keluarga.Pada kesempatan itu Bupati juga memberikan bantuan Rp 100 juta untuk pembangunan Masjid SMPN I Purwakarta.(Siapbelajar Purwakarta)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.