Buku Pelajaran Bahasa Sunda Masih Kurang Perhatian

Monday 07 November 2016 , 13:05 PM
Ilustrasi

Ilustrasi

SEBAGAI  negara yang memiliki banyak bahasa dan budaya, Indonesia tentu bisa memasukkan berbagai bahasa yang dimilikinya ke dalam mata pelajaran bagi siswa. Termasuk dalam buku pelajaran bahasa Sunda.

Namun sayangnya, buku pelajaran bahasa Sunda tersebut masih ada sejumlah kekurangan yakni kurangnya perhatian dalam tingkat tutur bahasa atau undak usuk. Untuk itulah guru bahasa Sunda diharapkan untuk memperhatikan hal tersebut yang juga berkaitan dengan pembentukan karakter anak.

Bahasa Sunda sendiri memiliki peran untuk membina karakter bangsa yang cenderung terdesak oleh bahasa yang dianggap par excellence atau budaya populer. Dimana budaya populer ini termasuk dalam kepercayaan, praktik kehidupan sehari-hari serta objek kehidupan. Semuanya tergambarkan melalui bahasa.

Dari hasil penelitian yang ada menunjukkan bahwa memperoleh bahas Sunda bagi anak sekolah dasar dirasakan cukup lambat. Hal itu disebabkan oleh buku ajar yang tidak akomodatif, tema dalam buku yang tidak selaras dengan kurikulum berbasis karakter, dan juga dalam pemilihan kata.

Guru Besar Linguistik, Semantik dan Dialektologi Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Prof. (Emeritus) T. Fatimah Djajasudarma, menuturkan dengan adaya diskusi antar guru maka diharapkan para guru bisa menanamkan karakter.

“Melalui diskusi ini, diharapkan para guru dapat menanamkan kepada murid-murinya untuk memiliki karakter saling menghormati. Jangan sampai melupakan identitasnya sebagai manusia yang humanis” ungkapnya seperti dinukil dari laman Universitas Padjadjaran (Unpad), Senin (7/11/2016).(news.okezone.com)

Comments are closed.