Budaya Baca Meningkatkan Keterampilan Berpikir Siswa

Saturday 06 April 2019 , 10:53 AM

Ilustrasi(m.tempo.co)

PEMERINTAH  melatih 252 dosen untuk menyiapkan calon guru yang siap mengembangkan budaya baca. Para dosen tersebut berasal dari satuan pendidikan di bawah Kemenristekdikti, Kemenag dan 10 lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK). Mereka dilatih dengan mengadopsi modul program Pintar yang digagas Tanoto Foundation.

Direktur Pembelajaran Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Paristiyanti Nurwandani mengatakan, pelatihan budaya baca untuk dosen sangat penting untuk menumbuhkan kebiasaan mahasiswa calon guru senang membaca. Pasalnya, kegiatan budaya membaca sudah dilaksanakan di semua jenjang sekolah dasar dan menengah.

Menurut dia, LPTK perlu menyiapkan calon guru yang sudah berbudaya membaca. Guru yang gemar membaca akan mempunyai pola pikir yang komunikatif, kolaboratif, dan terbiasa berpikir kritis dan kreatif.

“Jadi saya sangat mendukung kegiatan membaca buku bacaan setiap hari di kampus. Mahasiswa calon guru akan merasakan manfaat dari membaca dan bisa ditularkan pada siswanya kelak,” ujar Paristiyanti di Jakarta, Jumat 5 April 2019.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagaman Islam Kemenag Arskal Salim menuturkan, kemampuan membaca akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam merespons berbagai hal di lingkungannya. Menurut dia, program Pintar efektif untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Pendekatan program Pintar yang melatih dosen, guru, dan kepala sekolah khususnya untuk mengembangkan budaya baca. Karena budaya baca adalah cara paling efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa. Siswa yang senang membaca akan lebih siap untuk belajar,” katanya.

Direktur Program Pintar Tanoto Foundation Stuart Weston menjelaskan, para kepala sekolah dan guru-guru di 90 sekolah dan madrasah mitra LPTK juga dilatih praktik baik dalam pembelajaran, manajemen berbasis sekolah dan budaya baca. Sekolah dan madrasah mitra LPTK tersebut dipersiapkan untuk menjadi tempat praktik mengajar yang baik bagi mahasiswa calon guru.

“Bila mahasiswa praktik mengajar di sekolah yang baik, harapannya mereka bisa memiliki pengalaman mengajar yang baik. Ketika mereka menjadi guru maka sudah terbiasa untuk mengembangkan pembelajaran aktif dan budaya baca,” ujar Stuart.

Dalam pelatihan budaya baca tersebut, para dosen diajak mempraktikkan kegiatan membaca buku bacaan selama 15 menit, membacakan cerita untuk siswa kelas awal, mengembangkan sudut baca di kelas, dan mengembangkan ide-ide untuk membantu budaya baca terwujud di sekolah dan madrasah dampingan LPTK.

Program Pintar sudah diimplementasikan di 10 LPTK yang tersebar di 5 provinsi. Sebanyak 10 LPTK tersebut adalah Universitas Mulawarman, IAIN Samarinda (Kalimantan Timur), Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), UIN Walisongo (Jawa Tengah), Universitas Jambi, UIN Sultan Thaha Saifuddin (Jambi), Universitas Riau, UIN Sultan Syarif Kasim (Riau), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, dan UIN Sumatera Utara.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.