Budaya Baca di Sekolah Serang

Monday 22 December 2014 , 3:26 AM
Di beberapa sekolah di Kabupaten Serang, perpustakaan yang ada belum bisa mengakomodasi kebutuhan siswa akan buku bacaan.(prioritaspendidikan.org)

Di beberapa sekolah di Kabupaten Serang, perpustakaan yang ada belum bisa mengakomodasi kebutuhan siswa akan buku bacaan.(prioritaspendidikan.org)

HJ ELIS YULAETI ,MPd, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Serang menyatakan bahwa ia akan berusaha mendorong munculnya budaya membaca di SMP dan sekolah yang setingkat -di Kabupaten Serang. “Selama ini sudah banyak Kepala Sekolah datang kepada saya mengajukan proposal untuk membangun perpustakaan, tapi sekolah belum bisa membangun budaya baca. Sekarang, dengan bimbingan dari USAID PRIORITAS, sekolah jadi terbantu untuk mengembangkan budaya bacanya,” Ujar Hj. Elis di hadapan peserta pelatihan manajemen berbasis sekolah putaran kedua, hasil kerja sama USAID PRIORITAS dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Sabtu (15/11).

Pengembangan budaya baca di sekolah setingkat SD/MI dan SMP/MTs merupakan bagian dari program USAID PRIORITAS dalam membantu meningkatkan akses menuju pendidikan dasar yang berkualitas di Kabupaten Serang dan daerah mitra lainnya di Provinsi Banten.

“Hibah Buku Bacaan ini adalah stimulus bagi Sekolah dalam rangka merintis dan mengembangkan budaya baca di sekolah. Selanjutnya sekolah perlu menerapkan hasil penyusunan  program kegiatan budaya baca yang rapi, praktis, sistematis, serta masuk dalam perencanaan dan anggaran sekolah melalui RKS, RKT dan RKAS. Harapannya setiap tahun kegiatan ini berjalan terus meski ada pergantian Kepala Sekolah,” komentar Ahmad Mardiyanto Prasetyo, Spesialis Pengembangan Sekolah USAID PRIORITAS Banten.

Di dalam pelatihan tersebut, USAID PRIORITAS memberikan hibah buku bacaan kepada 4 SMP dan 4 MTs mitra di Kabupaten Serang. Setiap sekolah menerima sekitar 150 buku.

Keyakinan Hj. Elis rupanya menular ke madrasah-madrasah yang juga menjadi mitra USAID PRIORITAS. “Pertama-tama kami akan mendata semua buku itu, memasukkannya ke dalam koleksi kami di perpustakaan, baru kemudian memulai program budaya baca di madrasah kami,” ujar Ali Rohman AZ, Kepala Madrasah MTsN Ciruas, salah satu sekolah mitra USAID PRIORITAS. Ia menjelaskan bahwa mulai pekan depan, semua kelas yang memiliki jam kosong karena gurunya berhalangan hadir, harus membaca di perpustakaan. “Bulan Desember, baru kami memulai program membaca khusus satu hari dalam seminggu.”

Di madrasah yang memiliki waktu khusus bagi para siswanya menunaikan sholat dhuha, Ali Rohman berencana untuk menggabungkannya dengan kegiatan membaca. “Kami akan bagi murid jadi dua rombongan. Rombongan pertama sholat sementara rombongan lainnya membaca. Nanti bergiliran. Kami akan sediakan waktu sekitar dua puluh menit.” (prioritaspendidikan.org)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.