Bogor Kekurangan Guru Seni Budaya & Keterampilan

oleh -41 views
kemdikbud.go.id
Arrief Ramdhani
kemdikbud.go.id
kemdikbud.go.id

SEKOLAH-sekolah di Kota Bogor kekurangan guru seni budaya dan keterampilan (SBK). Padahal keberadaan guru SBK ini sangat penting untuk menunjang program pendidikan kurikulum 2013 alias kurtilas.
Pasalnya, mata pelajaran SBK ini berbeda dengan mata pelajaran lainnya, sehingga dibutuhkan guru khusus SBK.

Seperti diungkapkan Kepala SMPN 14 Kota Bogor, Jana Kurnia Nawatun. Menurutnya, kekurangan Guru SBK ini jelas sangat berpengaruh terhadap kelancaran program Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan maupun perkembangan siswa.

banner 728x90

“Kurangnya guru SBK, jelas sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan siswa di sekolah. Karena mata pelajaran SBK berbeda dengan mata pelajaran lainnya. Kalau dikalkulasikan Kota Bogor ini kekurangan ratusan guru SBK,” kata Jana.

Disebutkan, guru SBK sangat diperlukan terutama dalam hal pengembangan dan pembentukan karakter siswa. Dia menjelaskan, pelajaran SBK akan mampu mencetak siswa memiliki keahlian baik seni, budaya maupun berbagai ketrampilan, yang diharapkan mampu memacu potensi siswa dalam karya nyata.

Jana menambahkan, keterampilan yang dimaksud nantinya akan diarahkan pada perekonomian kreatif. Sehingga jika siswa memiliki keterampilan khusus, bisa diarahkan kepada bidang perekonomian yang sedang digalakkan pemerintah, yakni ekonomi kreatif.

“Khusus di lingkungan SMP Negeri 14, saya berharap nantinya pendidikan SBK ini akan memiliki ciri khas tersediri, yakni seni budaya dan keterampilan yang berbasis kebudayaan kasundaan,” kata Jana.

Kepala SMP Negeri 1 Bogor Sueb membenarkan kekurangan guru SBK di Kota Bogor. “Idealnya, satu sekolah memiliki 3 atau 4 guru SBK agar program pendidikan SBK bisa mengenai sasaran,” kata Sueb.

Saat ini, kata Sueb, untuk memenuhi kekosongan guru SBK, pihak sekolah menggunakan tenaga guru honorer. “Kita mengambil satu guru honorer untuk mata pelajaran SBK. Sebenarnya dengan satu tenaga guru SBK honorer tersebut belum cukup, namun kita juga mempertimbangkan masalah alokasi dana operasional,” jelasnya.(inilahkoran.com)