Boediono Minta Tenaga Pendidik Manfaatkan Teknologi

oleh -1 views
Wakil Presiden Boediono
Arrief Ramdhani
Wakil Presiden Boediono
Wakil Presiden Boediono

KUALITAS generasi penerus di masa mendatang bukan hanya tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal itu menjadi tanggung jawab bersama seluruh bangsa.

Pendapat tersebut oleh Wakil Presiden Boediono dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2014, di Hotel Sahid, Jakarta Pusat. Dia menyebut, suatu bangsa akan maju ketika generasi yang akan menggantikan lebih baik dari yang akan digantikan.

“Apabila generasi pengganti lebih buruk, maka bangsa itu akan jatuh. Mempersiapkan generasi lebih baik dari berbagai segi mutlak untku dilakukan dan menjadi tanggung jawab kita semua, terutama generasi saat ini. Bukan tugas Kemendikbud saja tapi tugas kebangsaan, tugas bersama,” ungkap Boediono, di Hotel Sahid, Sudirman, Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Menurut Boediono, warisan yang harus diberikan kepada generasi mendatang bukan hanya kekayaan alam maupun infrastruktur yang berjalan dengan baik. Tapi, lanjutnya, yang lebih penting memberikan bekal manusiawi untuk menjawab tantangan di masa depan.

“Dilihat dari kacamata itu, kita harus memikirkan kembali paradigma yang dianggap lumrah. Pembangunan ekonomi perlu tapi bukan tujuan akhir. Tujuan akhir pembangunan adalah manusia. Muaranya harus manusia Indonesia yang sejahtera dan berkualitas sehingga punya kreativitas untuk menjawab tantangan tanpa harus terus-menerus menyedot kekayaan alam,” paparnya.

Meski suatu daerah yang dikaruniai sumber daya alam yang hebat, ukuran keberhasilan daerah tersebut bukan berapa banyak mal yang dibangun atau bertambahnya ruas jalan. Boediono menyatakan, keberhasilan pembangunan daerah tersebut tapi berapa banyak sekolah dan perpustakaan memadai yang ada di daerah tersebut.

“Untuk mencapai itu, harus ada upaya untuk mentransformasikan sumber daya ekonomi ke dalam peningkatan kualitas manusia. Dalam hal ini pembangunan sekolah atau perpustakaan,” tutur Boediono.

Mengutip Plato, Boediono setuju jika mendidik manusia harus dilakukan secara utuh. Pengetahuan akademis harus dilengkapi dengan beragam keterampilan maupun pembentuk karakter yang kuat.

“Skema pendidikan plato macam-macam, mulai dari baca-tulis, budaya, dan pendidikan jasmani. Setelah pendidikan tinggi ada spesialisasi. Landasan dasar harus dibekali dengan keterampilan yang utuh. Bukan hanya pengetahuan tapi juga nilai. Itu yang sulit karena ukuran pendidikan masih dinilai lewat akademis,” katanya.

Terakhir, Boediono mengimbau agar para tenaga pendidik memanfaatkan kemajuan teknologi. Sehingga pendidikan bisa diakses secara cepat dalam jangkauan yang lebih luas.

“Gunakan teknologi baru. Pendidikan adalah proses pengalihan informasi. Sekarang kita dalam era revolusi teknologi informasi yang luar biasa, bisa meningkatkan akses lebih luas secara cepat dan berkualitas. Saya harap, Rembuk Nasional ini bisa menghasilkan solusi-solusi yang konkret terhadap persoalan pendidikan di Indonesia,” urai Boediono.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.