Boediono: Kurikulum 2013 Tak Jalan, Taruhannya Besar

oleh -6 views
Ilustrasi Kurikulum 2013
Arrief Ramdhani
kurikulum2013a
Ilustrasi

IMPLEMENTASI kurikulum 2013 secara nasional mendapat dukungan dari Wakil Presiden (Wapres) Boediono. Maka, untuk menyukseskan program tersebut, dia mengimbau agar pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah memiliki komitmen yang sama.

“Kurikulum 2013 dipojokkan sekali. Maka saya mohon untuk benar-benar dikaji, kawal, dan diterima sebagai tanggung jawab, mulai dari pemerintah tingkat pusat dan daerah,” kata Boediono, saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2014, di Hotel Sahid, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (6/3/2014).

banner 728x90

Dia menyadari, perbedaan geografis, budaya, sosial, dan ekonomi di tiap daerah tentu menimbulkan kendala berbeda pula dalam penerapan kurikulum baru. Oleh karena itu, Boediono meminta agar para kepala dinas memiliki kepedulian yang tinggi untuk setiap keluhan yang disampaikan oleh tenaga pendidik atas implementasi kurikulum 2013.

“Penerapan kurikulum 2013 di tiap daerah tentu berbeda. Guru yang merupakan kunci dari keberhasilan pelaksanaan kurikulum 2013 variasinya luar biasa. Tahun ini, 2014/2015, kurikulum baru akan dilakukan secara nasional bukan lagi intensif. Peran kepala dinas akan sangat menentukan. Kepala dinas harus bisa membaca dan mengatasi persoalan yang muncul,” jelasnya.

Menurut Boediono, kegagalan implementasi kurikulum 2013 akan memberikan efek yang sangat besar. Salah satunya adalah waktu yang terbuang dan beban besar bagi pemerintahan selanjutnya.

“Kita harus berkomitmen untuk melaksanakan kurikulum 2013 dengan sebaik-baiknya. Taruhannya besar kalau tidak jalan, akan membebani pemerintah yang akan datang. Kegagalan kurikulum 2013, kita akan kehilangan waktu. Karena setiap menyiapkan satu generasi kita butuh waktu satu generasi, hampir 25 tahun. Kalau langkah awal kita sudah salah, kita buang-buang waktu,” tutup Boediono.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.