Berawal dari Kegiatan Mengisi Ramadan

oleh -11 views
Berawal dari Kegiatan Mengisi Ramadan.(inilahkoran.com)
Arrief Ramdhani
Berawal dari Kegiatan Mengisi Ramadan.(inilahkoran.com)
Berawal dari Kegiatan Mengisi Ramadan.(inilahkoran.com)

ANAK-ANAK tak hanya diajak belajar mengaji, tapi juga mengenal teman-teman, dan mencintai lingkungan mereka dengan cara-cara menyenangkan.
Bermula dari kelompok pengajian anak-anak untuk mengisi kegiatan ibadah di bulan Ramadan. Pembinaan Anak-anak Salman Institut Teknologi Bandung (PAS-ITB) kini makin solid sebagai organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang dakwah Islam.

Organisasi di bawah naungan Yayasan Pembina Masjid (YPM Salman ITB) ini dirintis sejak 1982. Waktu itu kegiatan yang dilakukan berupa pengajian Ramadan. Khusus untuk anak-anak usia dini hingga anak-anak praremaja.

banner 728x90

Seiring berjalannya waktu, selanjutnya mulai diorganisasikan secara teratur sebagai pengajian anak-anak rutin mingguan pada 1984 (1404 H) dengan nama Program Pembinaan Anak-anak Salman (P2A2S) dan kemudian berganti nama menjadi Pembinaan Anak-anak Salman (PAS).

Di Masjid Salman ITB ini, setiap Ramadan suka ramai. Biasanya orang tuanya mengaji, anak-anaknya main di sekitar masjid. Akhirnya kita bina anak-anak tersebut, diajak main, diajak mengaji, dan lainnya, jelas Ketua Divisi TK PAS-ITB, Igna Dea Puspita, di Masjid Salman Jalan Ganesa, Kota Bandung, Kamis (26/2).

Halaman masjid yang nyaman karena banyak ditumbuhi pohon-pohon besar, menjadi tempat favorit anak-anak beraktivitas. Para orang tua pun mulai tertarik menyertakan anak-anak mereka ikut kegiatan lembaga pendidikan nonformal ini.

Setiap semester para orang tua wajib melakukan daftar ulang anak-anak mereka jika ingin melanjutkan ke semester selanjutnya. Selama menjalani kegiatan pembinaan, anak-anak tak hanya belajar mengaji, tapi juga mengenal teman-teman, dan mencintai lingkungan dengan cara-cara menyenangkan.

Untuk awal masuk sini ada pembinaan awal bagi anak-anak, antara lain berupa Psikologi Anak, pengenalan Masjid Salman, dan pengenalan organisasi. Jadi ketika daftar tidak langsung diterima. Pengenalan dulu satu semester, baru nanti diangkat di semester selanjutnya, paparnya.

Meskipun pembinaan tersebut berbayar, namun para pengajar yang akrab disebut kakak tidak mendapatkan upah atau bayaran. Sebab, biaya yang dibayarkan para orang tua, murni digunakan untuk membiayai segala kebutuan belajar anak-anak.

Kita para pengajarnya tidak ada yang dibayar. Setiap semester ada 15 kali pertemuan, dan persemester biayanya belajar anak-anak TK Rp320.000 dan untuk anak-anak SD Rp340.000, imbuhnya.

Pengajar di organisasi mahasiswa ini terdiri dari mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Islam Bandung (Unisba), Universitas Padjajaran (Unpad), dan beberapa kampus lain di sekitar Kota Bandung.

Anak-anak yang dibina PAS-ITB pada dasarnya juga memeroleh berbagai materi ajar seperti mereka dapat di sekolah. Hanya saja, cara atau metode belajar yang diterapkan para pengajar sangat interaktif.

Para pengajar juga memberi materi membaca Alquran dan Iqro kepada kelompok SD. Sementara bagi anak-anak di kelompok TK, lebih dulu para pengajar mengajak mereka melakukan beberapa kegiatan yang dapat menarik minat.

Mereka tetap belajar seperti di sekolah. Jadi, daripada waktu libur mereka di hari Ahad dihabiskan tidak terarah, mending ikut pembinaan di sini. Belajarnya mulai jam delapan pagi sampai zuhur. Sampai saat ini cukup banyak orang yang tertarik program pembinaan di PAS-ITB, terang Igna.

Para siswa yang ikut program PAS-ITB saat ini tidak hanya berasal dari Kota Bandung. Tapi juga dari berbagai daerah seperti Padalarang, Kota Cimahi, dan beberapa daerah lain di wilayah Bandung Raya.

Lumayan banyak lah yang ikut dari luar kota. Anak-anak warga yang tinggal di seputaran Masjid Salman, seperti Tamansari dan Dago juga ada kok, pungkasnya.(inilahkoran.com)