Bentuk Karakter Siswa lewat Ekskul

oleh -10 views
Bentuk Karakter Siswa lewat Ekskul.(inilahkoran.com)
Arrief Ramdhani
Bentuk Karakter Siswa lewat Ekskul.(inilahkoran.com)
Bentuk Karakter Siswa lewat Ekskul.(inilahkoran.com)

KEGIATAN ekskul di sekolah ini tak sebatas wadah menyalurkan minat dan bakat para siswa. Ekskul juga dapat dimanfaatkan untuk mengasah karakter positif dalam diri siswa.

Pagi itu ratusan siswa SMP Negeri 44 Bandung mengikuti kegiatan spesial di sekolah. Berbeda dengan hari-hari biasa. Kali ini para siswa tidak melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), tetapi memperingati Bandung Lautan Api (BLA).

banner 728x90

Terkait hari bersejarah itu, setiap sekolah memang diwajibkan menggelar aneka lomba berbasis kegiatan ekstrakurikuler (ekskul).

Beberapa kegiatan di antaranya, lomba baca undang-undang, badminton, tari, dan tenis meja (pingpong). Kegiatan itu mereka lakukan di lingkungan sekolah, baik di lapangan utama SMPN 44 Bandung, di depan kelas, di halaman kelas dan tempat-tempat yang cukup nyaman untuk mereka melakukan kegiatan.

Saat itu suasana sekolah di Jalan Cimanuk No 1, Kota Bandung ini, memang terasa meriah. Terlihat jelas siswa-siswi menikmati betul setiap kegiatan yang mereka ikuti. Setiap sudut sekolah tampak dipenuhi para siswa, ada pula beberapa guru yang mendampingi siswa berkegiatan.

Kegiatan ekskul biasanya dilakukan para siswa setelah jam pelajaran. Namun khusus hari itu, seharian penuh para siswa disibukkan dengan aneka kegiatan lomba. Ini merupakan salah satu upaya sekolah dalam memfasilitasi potensi yang ada di dalam diri setiap siswa.

Wakil Bidang Kesiswaan SMP Negeri 44 Bandung, Said Toyo mengatakan, untuk menampung bakat dan minat siswa, pihak sekolah memiliki 13 ekskul yang bisa diikuti. Yaitu Pramuka, angklung, paduan suara, baca tulis Alquran, Kopasbara, Palang Merah Remaja (PMR), Karate, dan Tenaga Dalam (Kateda), futsal, bulutangkis, seni musik, tarian sunda, dan kabaret.

Dari ke 13 ekskul yang dimiliki sekolah ini, Sepakbola, Karate, dan Tenaga Dalam menjadi pilihan utama para siswa. Terlihat dari jumlah siswa yang memilih bergabung di kegiatan tersebut. Untuk dua ekskul yaitu Sepakbola dan Kateda bahkan, jumlah anggotanya lebih dari 85 siswa, ujar Said Toyo saat ditemui INILAH, Selasa (24/3).

Dia mengatakan, selain mengembangkan potensi dalam diri siswa, kegiatan ekskul di sekolah sekaligus meminimalisi tindakan-tindakan ke arah negative. Sehingga ekskul dapat menjadi filter untuk siswa itu sendiri. Ikut kegiatan ekskul ini cukup penting. Siswa dapat memilih sesuai dengan yang mereka minati, kami di sini memfasilitasi anak-anak, sehingga siswa tidak terjebak ke arah yang negatif, ujarnya.

Dampak yang dihasilkan setelah siswa mengikuti ekskul pun cukup terlihat, meskipun belum semuanya. Namun kegiatan seperti ini harus terus di dukung dan dilestarikan setiap sekolah. Misalnya, dalam hal yang kecil siswa terlihat sportif, mereka mengakui jika memang mereka salah dan kemudian meminta maaf.

Yang saya lihat dalam hal kejujuran mereka tidak mencontek lagi. Kemandirian yang dia miliki mampu membawa ke arah yang benar yang positif. Selain itu, mereka juga menghasilkan uang, misalnya setiap event-event yang diikuti, paparnya.

Meski masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan ekskul, namun itu tak menyurutkan keinginan sekolah untuk mempertahankan ekskul yang telah dimilikinya. Apalagi sekarang sudah ada sejumlah ekskul yang patut diperhitungkan di antaranya, Paduan Suara dan Angklung.

Di ekskul kita ini ada yang bisa dibanggakan terutama dari Paduan Suara dan Angklung. Ini sudah mendapat undangan dari Jakarta, Malaysia dan Brunei. Bahkan sekolah-sekolah lain dari luar Jawa Barat misalnya dari Malang, Magelang, mereka belajar ke sini, jelasnya.

Dia berharap, ekskul SMP Negeri 44 Bandung bisa tetap bertahan dan siswa-siswi dapat meraih prestasi sehingga bisa mengharumkan nama sekolah itu.

Mudah-mudahan siswa ini bisa mendapatkan raihan positif di bidang ekskulnya, sehingga ada kepedulian dan kebesaran hati bagi pelatih dan pembinanya kemudian bisa membanggakan orang tua, pungkasnya.(inilahkoran.com)