Krisis Kesehatan Mental di Kampus Amerika Serikat

Neli Krismawati

Penulis : Neli Krismawati
Editor : Asop Ahmad

0

0

Belajar
1674463308546_1674463229

Ilustrasi Mahasiswa dengan Gangguan Kesehatan Mental

SIAPBELAJAR.COM - Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa sebanyak 80% mahasiswa di perguruan tinggi Amerika Serikat mempercayai adanya krisis kesehatan mental di kampus dan sebanyak 71% mengatakan bahwa mereka mengalami masalah kesehatan mental seperti stres, kecemasan dan depresi tahun ini.

Survei nasional oleh TimelyMD, yang merupakan solusi kesehatan dan kesejahteraan virtual untuk mahasiswa di pendidikan tinggi menemukan bahwa sebanyak 78% mahasiswa mengalami tingkat stres dan kecemasan yang sama atau lebih tinggi seperti tahun lalu.

“Ada sejumlah alasan mengapa mahasiswa mungkin ragu untuk mencari dukungan profesional. Beberapa mungkin merasa kewalahan harus mulai dari mana serta yang lainnya mungkin tidak merasa bahwa masalah kesehatan mental mereka memerlukan bantuan profesional,” kata Chief Care Officer di TimelyMD, Bob Booth.

Survei tersebut juga menemukan bahwa stigma seputar kesehatan mental perlahan-lahan berkurang karena beberapa mahasiswa mengindikasikan bahwa mereka telah menyampaikan kekhawatiran mereka kepada orang tua mereka. Meskipun demikian, beberapa mahasiswa masih ragu untuk menemui ahli kesehatan mental.

Hasil Survei

Sebanyak 66% mahasiswa yang disurvei mengatakan bahwa mereka terbuka mengenai masalah kesehatan mental mereka dengan anggota keluarga mereka, 84% mengatakan keluarga mereka mendorong mereka untuk mencari bantuan profesional.

Sementara itu, sebanyak 63% mahasiswa mengatakan bahwa mereka telah meminta bantuan dari teman sebayanya terlebih dahulu. Di sisi lain, 53% lainnya secara keseluruhan merasa ragu-ragu mencari dukungan untuk masalah kesehatan mental.

“Saya berharap perguruan tinggi dan universitas yang belum menambah sumber daya untuk mengisi kesenjangan dalam layanan dukungan kesehatan mental memutuskan untuk melakukannya di tahun baru sehingga tidak ada mahasiswa yang tertinggal,” kata Booth.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1674815420550_1674815350

Belajar

Laporan Kesehatan Mental yang Buruk dari Mahasiswa Perguruan Tinggi

SIAPBELAJAR.COM - Menurut survei yang melibatkan 18.169 mahasiswa yang saat ini terdaftar di Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh Koalisi Advokasi Kesehatan Mental Mahasiswa dan Ipsos, pemimpin glo
1674699523886_1674699447

Belajar

India Menjadi Negara Teratas Sumber Pengajuan Visa Pelajar Australia

SIAPBELAJAR.COM - Saat ini India menjadi sumber utama pelajar internasional yang mengajukan visa ke Australia, melampaui China yang terus mempertahankan posisi ini selama bertahun-tahun.Data awal y
1674552949816_1674552866

Saintek

Larangan Mengakses Aplikasi Tiktok di University of Texas

SIAPBELAJAR.COM - Mahasiswa, pengajar, staf dan siapa pun di University of Texas di Austin tidak dapat lagi mengakses TikTok jika perangkat mereka terhubung ke nirkabel universitas karena pihak uni
1674463308546_1674463229

Belajar

Krisis Kesehatan Mental di Kampus Amerika Serikat

SIAPBELAJAR.COM - Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa sebanyak 80% mahasiswa di perguruan tinggi Amerika Serikat mempercayai adanya krisis kesehatan mental di kampus dan sebanyak 71% mengatakan b
1674096542452_1674096475

Ekonomi

Pembekuan Biaya Pendidikan Oleh Pemerintah Inggris

SIAPBELAJAR.COM - Pemerintah Inggris telah mengonfirmasi akan membekukan biaya pendidikan untuk tahun akademik 2023/2024 dan 2024/2025 untuk tahun keenam berturut-turut, yang akan tetap maksimal se