Pendidikan dan Orangtua bisa Cegah Kekerasan Seksual di Kalangan Remaja

Jojon, S. Kom

Penulis : Jojon, S. Kom
Editor : Asop Ahmad

0

0

Belajar
1663989237836_1663989338

Ilustrasi kekerasan remaja

SIAPBELAJAR.COM - Ahli psikologi Hening Widyastuti menekankan pentingnya peran orangtua dan pendidikan dalam mencegah kekerasan seksual di kalangan remaja. Hening mengatakan, usia awal menuju remaja merupakan fase di mana anak sedang mencari jati diri. Di saat inilah, peran orangtua dan pendidikan penting dalam membentuk perilaku anak.

Hal ini disampaikan Hening dalam merespons kasus pemerkosaan yang dialami remaja perempuan berusia 13 tahun di kawasan Hutan Kota, Jakarta Utara. Dia diperkosa oleh empat bocah laki-laki yang masih berusia 11-13 tahun, pada 1 September 2022.

"Dilihat dari sisi tumbuh kembang anak, mereka (pelaku) enggak ideal dalam artian tidak mendapatkan yang seharusnya orangtua berikan," kata Hening, dilansir dari Kompas.com, Kamis (22/9/2022).

"Jadi mereka kan usia awal remaja, di usia ini secara psikologis mereka akan mencari jati diri," tambahnya.

Hening menuturkan, tanpa peran orangtua, anak berisiko terperosok dalam tindakan kekerasan seksual.

Berdasarkan penjelasan Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait, pelaku pemerkosaan berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Keempat pelaku disebut sudah putus sekolah, ditambah lagi mereka tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orangtua.

"Mereka enggak mendapatkan kasih sayang, tidak utuh. Jadi secara mental pun terguncang sebetulnya. Ini seolah-olah sudah dibuang begitu saja, diabaikan begitu saja oleh keluarga intinya," kata Hening.

Hening berpandangan, kurangnya perhatian orangtua dan hak atas pendidikan mengakibatkan pelaku tidak memiliki pengetahuan soal etika dan pemahaman norma yang baik.

Faktor ini, menurut Hening, mendorong pelaku nekat melakukan kekerasan seksual atas dasar kesenangan semata. Di sisi lain, Hening menuturkan, lingkungan sekitar juga bisa menjadi faktor yang menjerumuskan anak pada perilaku kekerasan seksual.

Terlebih jika lingkungan mereka memberikan pengaruh negatif. Paparan konten pornografi di media sosial ikut pula memengaruhi perilaku anak. Maka, Hening menegaskan, pendampingan terhadap anak menjadi sangat penting.

"Pada akhirnya dia buka informasi, enggak ada yang mengendalikan, enggak ada yang mengontrol. Pengaruh dari teman akhirnya buka hal-hal yang sifatnya pornografi, yang tidak seharusnya usia itu lihat dia bisa sebebas-bebasnya melihat seperti itu, ada pengaruh dari temannya pula. Jadi hal-hal negatif yang mewarnai pikirannya," tutur dia.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1668926783037_1668926773

Belajar

Seruan Universities UK Kepada Pemerintah untuk Mendukung Riset & Inovasi

SIAPBELAJAR.COM - Universities UK, organisasi yang mewakili 140 universitas di Inggris Raya, meminta pemerintah untuk meningkatkan investasi dalam penelitian dan inovasi untuk jangka panjang karena
1668759886507_1668759875

Belajar

Peningkatan Jumlah Mahasiswa Internasional di Amerika Serikat

SIAPBELAJAR.COM - Menurut laporan tahunan Open Doors 2022 yang diterbitkan oleh Institute of International Education (IIE) dalam kerjasamanya dengan Biro Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Luar
1668652129780_1668652121

Belajar

Proyek Akomodasi Siswa Terjangkau di Irlandia Akan Dibuka

SIAPBELAJAR.COM - Pelajar internasional di Irlandia terus berjuang dengan akomodasi mereka di negara tersebut dengan banyak yang melaporkan bahwa situasi seperti itu bahkan memengaruhi kesehatan me
1668650997834_1668650987

Belajar

Mahasiswa India yang Studinya Terganggu di Ukraina Dapat Terus Belajar di Rusia

SIAPBELAJAR.COM - Konsul Jenderal Rusia, Oleg Avdeev mengatakan bahwa mahasiswa India yang studinya terganggu setelah invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2020 dipersilakan untuk b
1667979340147_1667979348

Belajar

Sheffield Hallam University Akan Meluncurkan Kampus Baru di London Pada Akhir Tahun 2025

SIAPBELAJAR.COM - Universitas telah mengumumkan bahwa Sheffield Hallam University akan membuka kampus baru di Northwest London, yang akan menawarkan program gelar hingga 5.000 mahasiswa di pengemba