Warga Madrasah Harus Adaptif, Jangan Cuma Jadi Penonton

Via Mua

Kontributor : Via Mua
Editor : Danang Hamid

0

0

Belajar
1659680052922_1659680061

Warga madrasah harus menguasai teknologi, tetapi juga wajib kokoh di bidang keagamaan

SIAPBELAJAR.COM – Para guru dan peserta didik madrasah diingatkan untuk pandai beradaptasi dengan perkembangan zaman. Warga madrasah jangan cuma jadi penonton dari kemajuan peradaban, tetapi harus menjadi pelaku utama.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, menginginkan warga madrasah mampu beradaptasi dengan zaman melalui komputasional thingking. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada talkshow bertajuk “Kecakapan Berpikir Komputasional Menyongsong Madrasah Melek Digital” di Panggung Utama Islamic Book Fair 2022, Jakarta, Kamis (4/8) malam.

“Kita mempersiapkan digital culture melalui komputasional thingking dan berbagai atributnya agar peserta didik hadir, tidak sekadar menjadi penonton dari sebuah perkembangan kehidupan dan peradaban. Mereka tidak berada pada pojok-pojok peradaban. Mereka tidak berada pada sudut-sudut kemajuan, tetapi mereka harus menjadi pelaku utama," papar Ali.

Menurutnya, adaptasi adalah kata kunci yang kemudian kami pegang sebagai salah satu proses untuk menciptakan madrasah yang unggul dan kompetitif. Dalam waktu yang bersamaan pihaknya bekerjasama dengan Penerbit Erlangga meluncurkan buku Panduan Literasi Digital dan Panduan Berpikir Komputasional bagi guru madrasah.

Peluncuran dua buku ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mempersiapkan guru dan peserta menghadapi tantangan  besar terkait revolusi industri 4.0 ke society 5.0. 

"Salah satunya adalah ketika mencoba dan menerapkan literasi digital sebagai salah satu kompetensi inti dari peserta didik kita. Buku ini hadir melengkapi visi misi kami agar kemudian mereka peserta didik adalah orang-orang yang menguasai zamannya, mereka adalah insan-insan yang beribukan waktu dan berayahkan zaman, mereka mampu menari bersama zaman untuk kemudian menarikan zaman," tuturnya.

Ia menegaskan, Ditjen Pendis sudah sejak lama mempersiapkan literasi digital, hanya saja baru diluncurkan dua tahun lalu.

"Tentu saja dipersiapkan sejak lama tetapi launchingnya itu baru sekitar dua tahun yang lalu ketika kita menggalakkan komputasional thingking sebagai salah satu program unggulan di Ditjen Pendis untuk menyertai kompetensi siswa-siswa madrasah kita," jelasnya.

Dhani menyebutkan, aksentuasi madrasah adalah sekolah dengan ciri khas keagamaan untuk melengkapi keagamaan dengan lima pelajaran khususnya, sehingga Ditjen Pendis mencoba mengantarkan mereka melalui pemahaman pengetahuan yang memadai dan mumpuni dalam kehidupannya. 

"Di satu sisi mereka menguasai teknologi tetapi mereka pun harus dan wajib kokoh di bidang keagamaan," tandasnya. 

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1660641109557_1660641124

Trending

Kuasai Teknologi dan Berkarakter, Dua Kunci Raih Sukses

SIAPBELAJAR.COM - Wakil Bupati Garut, Jawa Barat, Helmi Budiman, menyebutkan, untuk meraih kesuksesan seseorang harus memiliki pengetahuan terkait teknologi dan memiliki karakter sesuai dengan Tri S
1660556899906_1660556908

Seniraga

Tampilan Budaya Berteknologi Tutup IOI di Yogyakarta

SIAPBELAJAR.COM - Perhelatan International Olympic on Informatics (IOI) yang digelar di Yogyakarta, 7 s.d. 15 Agustus 2022, ditutup dengan pertunjukan budaya di Ramayana Ballet Dance
1660191631071_1660191644

Saintek

Dorong Ekosistem Teknologi Pendidikan Lahirkan Inovasi

SIAPBELAJAR.COM – Pemerintah mendorong dan memastikan ekosistem teknologi pendidikan dapat terus digunakan untuk melahirkan banyak inovasi, baik dalam pembelajaran maupun administrasi pendidikan.M
1660117768275_1660117774

Belajar

Jabar Bangun MIC di Sumedang, RK: Saya Desain Sendiri Kampusnya

SIAPBELAJAR.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap berkomitmen dalam menguatkan keilmuan dan membangun sumber daya manusia. Salah satunya adalah bakal membangun Madrasah Insan Cendekia (MIC) d
1659769900742_1659769910

Belajar

10 Siswa Madrasah Bakal Belajar di Eropa dan Amerika

SIAPBELAJAR.COM -  Sepuluh siswa madrasah mendapat kesempatan untuk belajar di Eropa dan Amerika selama satu tahun. Sebelumnya mereka mengikuti seleksi program AFS dan Kennedy-Lugar Youth Exch