Belajar Matematika dari Kehidupan Sehari-hari

Saturday 19 September 2015 , 11:37 AM
Ilustrasi (tips.fispol.com)

Ilustrasi (tips.fispol.com)

JIKA dulu belajar matematika hanya melulu soal rumus berhitung, kini matematika menjadi solusi bagi kehidupan sehari-hari. Dudung Rukmana S.Pd., guru matematika SMPN 1 Cilegon menerapkannya di kelas. Tujuan belajarnya siswa mampu memahami keliling dan luas segi empat. Sebelum memasuki kegiatan inti, Dudung meminta siswa mengamati seisi ruang kelas dan menyebutkan benda-benda yang tergolong segi empat. “Setelah kalian sudah memahami benda-benda yang tergolong segi empat, sekarang siapa yang dapat menjelaskan apa rumus keliling dan luas segi empat itu?” tanya Dudung. Dua orang siswa menjawab pertanyaannya dengan benar dan tepat.

“Sekarang, bapak mengajak kalian ikut dalam lomba mengecat dinding kelas. Setiap kelompok diminta untuk merencanakan besaran biaya yang diperlukan sesuai dengan ukuran ruang kelas yang tertera dalam lembar kerja ini. Di lembar kerja kalian akan menemukan detil informasi yang bisa dijadikan acuan untuk mengikuti lomba,” kata Dudung sambil membagikan lembar kerja ke setiap kelompok siswa.

Dalam lembar kerja tertulis informasi seperti ruang kelas berukuran panjang 9 meter, lebar 8 meter dan tinggi 4 meter. Selain itu ada pula informasi tambahan mengenai harga satu kuas, rol kecil, rol besar, tempat cat, transportasi belanja, upah tukang, dll. Di lembar selanjutnya terdapat tabel harga warna dan jenis cat, termasuk juga keterangan kualitas cat per 1 kilogram. Setiap kelompok menuliskan langkah-langkah rencana untuk mengecat kelas. Selain itu, mereka juga diminta untuk menuliskan besaran biaya yang diperlukan, termasuk kebutuhan biaya tambahan jika menambahkan bungabunga sebagai hiasan kelas.

Setelah selesai, siswa mengkomunikasikan hasil kelompoknya dengan melakukan kunjung karya. Tiap kelompok diminta untuk mengunjungi dua kelompok dan memberikan komentar terhadap kelompok yang dikunjungi. Perwakilan dua kelompok menyampaikan temuan dari hasil kerja kelompok yang dikunjungi.
Perkaya.(prioritaspendidikan.org)

 

Comments are closed.