Belajar Matematika Asyik Menggunakan Puzzle

Saturday 08 February 2020 , 8:49 AM

Menyusun kepingan puzzle jigsaw bisa menjadi aktivitas yang menyegarkan otak (ilustrasi).(republika.co.id)

MAHASISWA PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggagas puzzle sebagai penunjang keterampilan berhitung. Adalah Indah Kartika Islammi, Ulfa Harila Putri Shabrin, Amalia Putri Hapsari dan Mugi Purnama.

Indah mengatakan, media puzzle dipilih karena siswa kelas satu masih dalam tahap peralihan dari TK ke SD. Sehingga, diperlukan media pembelajaran yang menyenangkan tapi dapat melatih anak-anak untuk berkonsentrasi dan berfikir.

“Dengan media berupa puzzle harapannya siswa akan tertarik dengan permainan itu, sehingga mereka tidak terlalu sadar sembari bermain mereka telah mempelajari sesuatu,” kata Indah.

Ulfa menilai, selama ini pembelajaran berhitung atau matematika masih menjadi sesuatu yang menakutkan bagi kalangan anak-anak, terutama kelas satu. Terlebih, anak-anak masih memiliki kemampuan membaca yang kurang optimal.

“Kegiatan pembelajaran matematika menggunakan puzzle ini kami laksanakan di Kelas 1 B SDN 1 Petir Yogyakarta,” ujar Ulfa.

Amalia menerangkan, mereka mengembangkan media dengan konsep enactik atau membelajarkan matematika dengan bantuan gambar. Konsep ini digunakan dengan mempertimbangkan karakteristik dan kemampuan dari siswa-siswa kelas satu.

Puzzle berisikan angka 1-10 disertai gambar bola untuk memudahkan menghitung. Gambar bola diambil dengan pertimbangan tema yang ada, disediakan alternatif jawaban dengan menghadirkan angka 1-20 bersama kata-kata matematikanya.

Pembuatan media ini melibatkan saran seperti dosen pembimbing dan guru-guru. Awalnya didesain sesuai tema, dilanjut mendesain latar belakang, desain puzzle menggunakan corel draw X7,  memperhatikan karakteristik media visual.

Mugi memaparkan, setelah diujicobakan pada siswa Kelas 1 B di SDN 1 Petir, siswa-siswa tertarik menggunakan media puzzle yang sudah disiapkan. Materi
matematika yang dimuat sudah sesuai dengan pembelajaran siswa.

“Sehingga, ketika siswa mempelajari materi angka menggunakan media puzzle dapat terbantu, siswa tidak merasa kesulitan menggunakan media tersebut. Karya ini berhasil meraih dana peneltian dari Fakultas Ilmu Pendidikan,” kata Mugi.(republika.co.id)

Comments are closed.