Belajar Lebih Mudah Lewat Hipnotis

oleh -3 views
Ilustrasi : scientificamerican.com
Arrief Ramdhani
Ilustrasi : scientificamerican.com
Ilustrasi : scientificamerican.com

SAAT ini, teknik hipnotis kerap digunakan untuk beragam hal. Mulai dari kebutuhan postif, seperti memperlancar persalinan dan berbagai terapi kesehatan hingga untuk tindak kejahatan.
Namun, tahukah Anda jika proses pembelajaran ternyata juga dapat memanfaatkan alam bawah sadar kita? Membahas hal tersebut lebih lanjut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menghelat Seminar Nasional Pendidikan bertema “Hypnosis for Education”.

Seminar itu bertujuan mengupas pemanfaatkan kemampuan alam bawah sadar, agar dapat mensugesti afirmasi, sehingga mempermudah proses pembelajaran. Untuk itu, Moch Chudzil Chikmat pun didapuk sebagai pemateri.

Chikmat menyebut, menurut berbagai ahli, secara sederhana pikiran manusia terdiri atas dua fungsi, yakni alam sadar yang berpengaruh pada kehidupan sekira 12 persen dan alam bawah sadar sebesar 88 persen. Artinya, alam bawah sadar mengelola lebih banyak kehidupan.

“Ada ahli lain yang membedakan menjadi tiga sadar, bawah sadar, dan tak sadar. Namun untuk memudahkan kita, sederhanakan saja hanya ada dua fungsi,” tutur Chikmat, seperti dikutip dari laman Unesa, Senin (24/6/2013).

Dia menjelaskan, alam sadar berfungsi secara kritis memfilter segala informasi yang akan masuk ke otak, menimbang, memeriksa secara logis, menganalisis, dan seterusnya. Sedangkan alam bawah sadar tidak melakukan fungsi tersebut.

“Di sini disimpan memori. Disimpan pula program-program dan pola perilaku kita, demikian juga mengatur berbagai fungsi organ tubuh,” ujar pemateri dari berasal dari Lumajang itu.

Menurut Chikmat, ide akan mempengaruhi reaksi fisik. Maksudnya, jika seseorang sering mensugesti orang dengan sebuah ide, hasilnya reaksi fisik dari hipnotis (orang yang dihipnosis).

Seminar nasional yang bertempat di Gedung Serbaguna Unesa, Kampus Ketintang itu tidak hanya diisi dengan materi, namun dengan praktik menghipnosis secara langsung. Praktek yang dilakukan oleh peserta terbukti ada yang berhasil dan tidak jarang juga yang gagal. Hipnosis yang mereka lakukan adalah dengan mematahkan sebatang pensil, menduduki perut temannya yang sedang tidur di antara dua kursi, dan masih banyak lagi.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.