Belajar Filsafat Tingkatkan Prestasi Murid SD

oleh -39 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

BELAJAR filsafat setiap pekan di dalam kelas bisa meningkatkan kemampuan murid SD dalam menyerap pelajaran matematika dan bahasa. Murid SD juga akan menjadi anak yang cerdas dalam beragumentasi.

Menurut sebuah penelitian di Inggris, lebih dari 3.000 murid berumur 9-10 tahun di sekolah-sekolah di negara tersebut mengambil bagian dalam satu jam kelas filsafat yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bertanya, berdebat dan berargumen.

banner 728x90

Studi ini menemukan kemampuan murid dalam membaca dan nilai matematika mereka meningkat secara rata-rata dua bulan dalam setahun. Bagi murid-murid yang berlatar belakang kurang mampu, kemampuan menulis mereka juga meningkat.

Uji coba yang sasarannya murid usia 9-10 tahun ini adalah bagian dari evaluasi penganggaran dana pendidikan agar menguntungkan anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Murid-murid berlatar keluarga ekonomi rendah berhasil meningkatkan kemampuan membaca, matematika dan menulis sesudah ikut program ini.

Peneliti program ini, Prof Stephen Gorard dari Durham University menyatakan, “Hasil yang kami dapat memperlihatkan kelas filsafat memberi dampak positif terhadap kemampuan matematika, membaca dan menulis mereka.”

Temuan ini bermanfaat untuk memperkecil jarak prestasi antara murid yang berlatar keluarga mampu dan tidak mampu.

Momen berpikir

Guru-guru juga melaporkan peningkatan kepercayaan diri, kesabaran dan harga diri para murid. Kelas itu biasanya menempatkan murid dan guru duduk bersama dalam sebuah lingkaran. Kepada murid-murid, diperlihatkan video atau artikel surat kabar untuk merangsang minat mereka pada bahan pembicaraan.

Lalu ini diikuti dengan periode singkat di mana murid-murid diminta berpikir. Kelas kemudian dibagi ke kelompok lebih kecil untuk mendikusikan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan bahan pembicaraan sebelum mereka berkumpul bersama lagi dengan seluruh kelas.

Topik yang dibahas misalnya, ‘apakah jantung yang sehat boleh didonorkan kepada orang yang menyia-nyiakan kesehatan mereka sendiri.’(news.okezone.com)