, ,

Belajar dari Rumah, Ajak Siswa Buat Puisi Sederhana dengan Media Bunga Mawar

oleh -83 views
Siswa SDN 61/X Talang Babat sedang mengamati bunga di sekitar rumahnya. Berbekal bunga yang dilihatnya, mereka mampu membuat puisi sederhana.

Oleh: Dafni, S.Pd.SD

Guru SDN 61/X Talang Babat Tanjab Timur

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Sehari sebelum pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi zoom cloud meeting dilaksanakan, saya terlebih dahulu memberitahukan ID dan password zoom kepada siswa kelas IV SDN 61/X Talang Babat.

Saya ingin memastikan siswa tidak mengalami kesulitan. Ini saya lakukan agar waktu pembelajaran nanti tidak terkendala dan berjalan lancar.

Sama halnya dengan pembelajaran tatap muka langsung di kelas, kegiatan pembelajaran dimulai dengan menyapa siswa, menanyakan kabar, serta meminta kesediaan orang tua mendampingi siswa dalam pembelajaran, mengingat siswa belum terbiasa dan familiar dengan aplikasi zoom.

Tak kalah pentingnya adalah memperkenalkan semua fitur yang ada.

Kemudian saya menyapa siswa dengan menanyakan kondisi kesehatan.

Materi pembelajaran kali ini saya menayangkan PPT tentang cara membuat puisi mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV dengan kompetensi dasar (KD) melisankan puisi hasil karya pribadi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri.

Penyampaian materi diselingi dengan tanya jawab, serta memasukkan unsur MIKiR (mengalami, integrasi, komunikasi dan refleksi di dalam pembelajaran) hasil pelatihan Program PINTAR Tanoto Foundation.

Ketika menulis puisi saya menggunakan benda nyata berupa setangkai bunga mawar.

Bunga tersebut sudah disiapkan siswa  sebelum pembelajaran dimulai. Dalam prosesnya, orangtua ikut membantu mencarikan bunga mawar sebelum pembelajaran dimulai.

Saya mengajak siswa mengamati bunga mereka masing masing. Siswa menggunakan  panca indra untuk berintegrasi dengan bunga. Saya menuntun siswa dengan beberapa pertanyaan.

Dengan menngunakan indra penglihatan saya ajukan pertanyaan: Ada berapa kuntum mawar yang ada. (satu, dua) Apa warna bunga mawar, (merah). Dengan menngunakan indara penciuman saya mengajukan pertanyaan.

“Silahkan membaui bunga yang kamu pegang, Bagaimana baunya (wangi),” kata saya.

Dengan menggunakan indra perasa, saya mengajak siswa untuk menyentuh bunga mawar. Lalu mengajukan pertanyaan: Apa yang kamu alami ketika menyentuh bunga (durinya melukai kulit, kelopak bunganya lembut).

Dengan bantuan jawaban yang beragam dan sesuai dengan yang dialami siswa, mereka dengan mudah menulis sebuah puisi, seperti di bawah ini:

Setangkai bunga mawar

            Merah merekah

            Wanginya yang semerbak, menyentuh hidungku

            Ketika aku ingin membelai lembut kelopaknya

            Aduh…

            Durinya yang tajam menusuk jemariku

Siswa melakukan kegiatan menulis puisi ini dengan senang. Setelah puisinya selesai, 3 siswa diminta untuk membacakan puisinya secara bergantian. Untuk tugas di rumah, siswa diminta membuat puisi tentang virus Corona.

Untuk menyelesaikan tugas ini siswa diberi waktu selama 2 hari. Hasilnya dikirim kembali lewat grup WhatsApp kelas IVA melalui foto.

Kegiatan pembelajaran ditutup dengan menanyakan perasaan mereka dalam pembelajaran daring kali ini, dan semuanya mengatakan senang. Saya tidak lupa mengingatkan siswa untuk selalu cuci tangan dan menggunakan sabun setelah melakukan kegiatan dan tetap di rumah saja.

Naila Mawaddah mengaku senang dengan pembelajaran menulis dengan melihat bunga secara langsung.

“Senang bu, ternyata membuat puisi itu tidak susah,” ujar Naila Mawaddah.

Selain Naila, Obet Nego Sinurat menunjukkan antusiasme setelah pembelajaran usai, ia menanyakan kapan lagi pembelajan seperti itu.

“Kalau bisa seperti itu lagi,” tukasnya.