Belajar Bahasa Jepang dengan Menyenangkan

oleh -11 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

BAHASA Jepang termasuk salah satu bahasa asing yang sulit dipelajari. Tapi dengan pendekatan tepat, semua pun jadi terasa lebih menyenangkan.

Menguasai dan memahami bahasa asing bukanlah perkara mudah. Hanya mereka yang benar-benar dengan salah satu bahasa asing yang akan belajar sungguh-sungguh. Antara lain dengan mengikuti kursus bahasa asing yang sedang mereka dalami.

banner 728x90

Japanese Language Management Centre (JLMC) adalah salah satu lembaga kursus bahasa Jepang yang ada di Kota Bandung. Lembaga yang berpusat di jalan WR Supratman 3, Kota Bandung ini, memfasilitasi bagi mereka yang tertarik belajar Bahasa Jepang.

Setiap hari para siswa JLMC mulai dari tingkat pendidikan SD, SMP, SMA, perguruan tinggi hingga karyawan dari sejumlah daerah di Jawa Barat datang ke tempat kursus ini. Bagi mereka yang memilih kelas regular, biasanya sebelum kegiatan dimulai, siswa-siswa itu sudah berkumpul di depan kelasnya masing-masing.

Tepat pukul 15.30 WIB semua siswa itu sudah masuk ke kelas masing-masing dan siap untuk melaksanakan kegiatan belajar Bahasa Jepang selama 90 menit ke depan. Biasanya setiap kelas diisi sembilan siswa.

“Menurut data yang tercatat, siswa kami ada sekitar 800 siswa dan itu di dominasi laki-laki. Tapi yang aktif ada 100 orang. Mereka kebanyakan yang kuliah atau karyawan. Tujuan mereka belajar Bahasa Jepang itu bermacam-macam, ada yang hobi, ada yang mau melanjutkan studi di Jepang, dan banyak lagi,” ujar Staf Bagian Kesiswaan JLMC Widi Juniarti, saat ditemui INILAH di Jalan WR Supratman 3, Kota Bandung, Rabu (8/7).

Dia mengatakan, JLMC memiliki beberapa program kelas yang bisa dipilih siswa. Mulai dari kelas reguler, privat sampai dengan program kelas pelatihan. Untuk kelas reguler dan privat sama halnya seperti kursus-kursus lainnya, yang membedakan hanya pengaturan waktunya.

Berbeda dengan kelas privat dan regular, program pelatihan bahasa Jepang, atau yang biasa disebut dengan program Ginoujishuusei. Program ini dikhususkan bagi mereka yang akan melakukan magang ke Jepang. Sementara untuk kegiatannya sendiri, mereka memiliki kegiatan yang disebut JLMC Fun and Learn Club.

“Kegiatan JLMC Fun and Learn Club ini dikhususkan bagi anak-anak yang suka dengan kebudayaan Jepang, masakan Jepang dan lainnya. Jadi di sini kita ngumpul aja, biasanya kita kumpul hari Sabtu,” ujar Widi.

Dia mengatakan, bahasa Jepang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi atau bisa dikatakan sedikit lebih rumit dari bahasa asing lainnya.

Maka itu, pihaknya menggunakan metode belajar yang terdiri dari beberapa tahap. Mulai dari mengenal huruf yang yang terbagi menjadi tiga bagian, pemberian materi sampai penyampaian materi lewat permainan.

“Kalau bahasa Jepang itu agak sedikit rumit, jadi sama guru-gurunya juga diajak happy juga. Di sini kita mempunyai guru asli Jepangnya ada dua orang,” katanya.

Dia menyatakan, tujuan mereka belajar bahasa Jepang, selain melanjutkan jenjang studinya di negara Jepang, sebagaian dari mereka banyak yang akan bekerja di Jepang atau mereka kerja di Indonesia namun diperusahaan Jepang.

“Ada juga karena mereka hobi produk budaya Jepang seperti anime. Anime itu kartun Jepang kayak Doraemon,” terangnya.

Widi menilai, sejauh ini ketertarikan masyarakat terhadap bahasa Jepang sendiri dinilai cukup tinggi. Selain budaya Jepang yang terus menerus selalu meramaikan Tanah Air, menurutnya, tuntutan belajar dan kemauan yang tinggi untuk belajar bahasa Jepang pun sangat tinggi. Khususnya bagi mereka yang akan menyelesaikan studinya di negara Jepang.

“Menurut saya, mungkin mereka belajar bahasa Jepang itu karena tuntutan. Misal, mereka dapet beasiswa, jadi mau gak mau mereka harus belajar bahasa Jepang, atau karena fashion juga bisa,” katanya.

Dia berharap, kedepannya JLMC tidak hanya memfokuskan diri kepada metode pembelajarannya saja, namun program-program JLMC pun akan semakin berkembang dan bisa menarik minat masyarakat yang ingin belajar tentang budaya Jepang.

“Harapannya gak cuma ngadain kursus juga, tapi belajar budayanya juga, soalnya anak-anaknya juga tertarik sama budayanya,” pungkasnya. (inilahkoran.com)