Belajar Bahasa Inggris Jadi Menyenangkan

Thursday 01 October 2015 , 5:17 AM
Ilustrasi (voice-of-american-middle-class.blogspot.com)

Ilustrasi (voice-of-american-middle-class.blogspot.com)

DI era globalisasi saat ini, menguasai bahasa Inggris menjadi satu tuntutan penting. Namun banyak remaja kurang menguasai karena metode belajar yang kadang membosankan. Tapi itu tidak terjadi di komunitas ini.
Seusai kuliah di kampus Universitas Pasundan (Unpas) sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) jurusan Sastra Inggris Unpas memilih, tidak langsung pulang ke rumah. Mereka tetap di kampus dan mengikuti English Conversation Club (ECC).

Komunitas ECC Unpas yang dibentuk pada 2007 ini, mengajak seluruh mahasiswa jurusan Sastra Inggris Unpas maupun mahasiswa dari jurusan lain untuk belajar bahasa Inggris dengan cara-cara yang menyenangkan, santai, dan penuh dengan keakraban. Kegiatan ECC sendiri digelar satu minggu satu kali agar tidak menyita kegiatan perkuliahan wajib.

Bertempat di halaman kampus Unpas Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, terlihat lebih dari 25 mahasiswa Unpas dari jurusan Sastra Inggris, Fotografi, Teknik dan lainnya mengikuti ECC Class. Selama 90 menit, mereka akan belajar berbagai keterampilan dalam bahasa Inggris seperti speaking, reading, listening, dan writing.

Meski hanya dilaksanakan satu kali sepekan, namun ketertarikan sejumlah mahasiswa ini dinilai cukup tinggi. Ini terlihat dari setiap kegiatan berlangsung, tak sedikit dari mereka yang aktif bertanya dan ingin tahu lebih banyak tentang bahasa Inggris.

“Kegiatan kami tentunya berbau bahasa Inggris semua dan lebih ke conversation. Kegiatan ini dilakukan supaya mahasiswa tidak bosan belajar bahasa Inggris. Biasanya kalau belajar banyak teorinya, sekarang kita lebih banyak ke praktik. Di sinilah tugas ECC melakukan sesuatu yang berbeda untuk pembelajaran bahasa Inggris,” papar Presiden ECC Unpas, Asep Firman saat ditemui INILAH, Senin (21/9).

Dia mengatakan, untuk kegiatan listening, para mahasiswa ini akan belajar menyimak mata pelajaran bahasa Inggris yang diberikan pengajar. Tidak hanya itu, mereka pun bisa langsung berdialog, bisa menggunakan alat, semisal program di komputer.

“Kalau menyimak dari program komputer biasanya, film, lirik musik, puisi dan lainnya. Medianya memang cukup kreatif, jadi tidak hanya dari pengajar konvensional saja,” katanya.

Sementara untuk reading dan speaking, mereka akan belajar bagaimana cara mengucapkan kata atau kalimat secara baik dan gaya berucap dengan bahasa Inggris America atau British.

Berbeda dengan kegiatan yang lainnya, untuk kegiatan writing, mahasiswa ini akan berlatih menulis yang sesuai dengan gramatika bahasa Inggris.

“Kalau pengajar biasanya dari mahasiswa senior jurusan Sastra Inggris Unpas, bisa juga dari narasumber dari Dosen Unpas dan luar Unpas, bisa Dosen dari Indonesia, bisa juga dari bule,” ujarnya.

Asep Firman menambahkan, selain kegiatan ECC Class, komunitas yang didirikan di Kampus Unpas ini juga memiliki program lainnya, yakni pengabdian masyarakat. Kegiatan ini mereka gelar setiap satu tahun satu kali.

“Jadi kita masuk ke sekolah-sekolah SMA atau Panti Asuhan untuk belajar bahasa Inggris yang menyenangkan. Kalau belajarnya biasa aja, kita mengenalkan bahasa Inggris kepada mereka,” ujarnya.

Sejauh ini ketertarikan mahasiswa terhadap pelajaran bahasa Inggris dinilai cukup baik. Ini terlihat setiap tahunnya calon anggota yang mendaftar ke komunitas ini mencapai 50 lebih mahasiswa dari berbagai jurusan. “Kalau saya lihat mereka itu cukup antusias, baguslah responsnya,” ucapnya.

Dia berharap, komunitas ECC Unpas semakin konsisten dan tetap memberikan yang terbaik untuk para mahasiswa ataupun untuk masyarakat luas. Mengingat saat ini bahasa Inggris kini telah bahasa yang wajib di berbagai forum internasional maupun bahasa yang dipahami di banyak negara.

“Selain itu mahasiswa juga bisa berbicara bahasa Inggris secara aktif, percaya diri, dan bisa berbicara bahasa Inggris dengan baik dan benar,” pungkasnya. (inilahkoran.com)

Comments are closed.