Belajar Artefak Nusantara, 16 Dosen FSRD ITB Terbang ke Belanda

oleh -2 views
FSRD ITB melepas 16 dosen peraih beasiswa StuNed, Belanda, untuk studi lanjutan tentang warisan Nusantara.(kampus.okezone.com)
Arrief Ramdhani
FSRD ITB melepas 16 dosen peraih beasiswa StuNed, Belanda, untuk studi lanjutan tentang warisan Nusantara.(kampus.okezone.com)
FSRD ITB melepas 16 dosen peraih beasiswa StuNed, Belanda, untuk studi lanjutan tentang warisan Nusantara.(kampus.okezone.com)

PERGURUAN tinggi harus terus mengembangkan mutu dan metodologi pembelajaran mereka. Salah satu caranya, dengan mengirimkan dosen untuk belajar ke berbagai perguruan tinggi di mancanegara. 

Misalnya yang dilakukan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB) ini. Mereka melepas 16 dosen untuk studi lanjutan di Belanda melalui beasiswa StuNed.

Ke-16 orang tersebut berlatar belakang bidang yang berbeda, seperti desain grafis, periklanan multimedia dan desain tekstil. Selama di Belanda, yakni pada 8-28 Juni 2014, para dosen tersebut akan mengikuti tailor-made training tentang Metodologi Desain Komunikasi Visual (DKV) berdasarkan Budaya Warisan Tradisional dalam Mendukung dan Mengembangkan Ekonomi Kreatif Indonesia.

MDF Training & Consultancy bekerjasama dengan the Reinwardt Academy dan the Netherlands Museum Advisors Foundation menjadi pengampu pelatihan. Selama tiga minggu di Negeri Kincir Angin, peserta tidak hanya belajar teori di kelas. Mereka juga akan berkunjung ke beberapa museum, seperti Stedelijk Museum, Rijksmuseum, dan Tropenmuseum, untuk belajar tentang dengan artefak asli Indonesia dan mengelola museum.

Menurut Koordinator Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, Indy Hardono, Tailor-made training merupakan bentuk pelatihan yang modulnya dirancang sesuai dengan kebutuhan FSRD ITB. Diharapkan, selepasnya dari pelatihan ini, para dosen dan peneliti tersebut memiliki kapasitas lebih dalam riset dokumentasi dan analisa artefak budaya Nusantara.

“Melalui training seperti ini, FSRD ITB dapat belajar dari MDF yang merupakan lembaga terkemuka di Belanda yang sangat berpengalaman dalam mengelola training dengan bekerja bersama pelatih yang ahli di bidang desain komunikasi visual dari Reinwardt Academy dan the Netherlands Museum Advisors Foundation,” ujar Indy, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (6/6/2014).

Dekan FSRD ITB, Imam Santosa menyatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah Belanda yang telah memberikan beasiswa StuNed. “Pelatihan ini akan mendukung program ITB sebagai center of Indonesian art, yang akan menyediakan database artefak di bidang culture heritage,” kata Imam.

Peserta dipilih melalui proses seleksi yang transparan. Para peserta mendapatkan beasiswa penuh meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, perjalanan internasional, dan asuransi selama di Belanda.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.