Bekali Mahasiswa Pascasarjana UPGRIS Kemampuan Analisis Penataan Guru

oleh -16 views
(dari kanan) Dr Yovita Y, Hari Riyadi, Prof. Sunandar dan pejabat dari Universitas PGRI Semarang dalam pembukaan Workshop Penataan dan Pemerataan Guru di Semarang (22-23/8).(prioritaspendidikan.org)
Arrief Ramdhani
(dari kanan) Dr Yovita Y, Hari Riyadi, Prof. Sunandar dan pejabat dari Universitas PGRI Semarang dalam pembukaan Workshop Penataan dan Pemerataan Guru di Semarang (22-23/8).(prioritaspendidikan.org)
(dari kanan) Dr Yovita Y, Hari Riyadi, Prof. Sunandar dan pejabat dari Universitas PGRI Semarang dalam pembukaan Workshop Penataan dan Pemerataan Guru di Semarang (22-23/8).(prioritaspendidikan.org)

SEBANYAK 40 mahasiswa Program Pascasarjana S2 Manajemen Pendidikan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mendapat pelatihan penataan dan pemerataan guru (PPG) di kampus UPGRIS Semarang (22-23/8). Selain diikuti mahasiswa pascasarjana, juga diikuti oleh staf dari Dinas Pendidikan Kota Semarang. Workshop PPG tersebut merupakan kerjasama antara Program Pascasarjana Manajemen Pendidikan (S2) dengan USAID PRIORITAS Provinsi Jawa Tengah.

Fasilitator USAID PRIORITAS, Dr Yovitha Yuliejantiningsih MPd dan Dr Noor Miyono MSi apik membawakan materi tentang analisis data dan analisis kebijakan penataan guru. “Data yang baik tidak menunggu sempurna baru digunakan. Namun, digunakan untuk disempurnakan. Data yang baik adalah data sebagai modal dasar untuk membuat menyusun kebijakan yang baik, sebaliknya data yang tidak berkualitas akan mengakibatkan kebijakan yang dibuat oleh pimpinan tidak tepat,” terang Noor Miyono.

Dalam workshop tersebut narasumber memberikan materi tentang konsep manajemen guru, selebihnya adalah latihan. Latihan dimulai dari mengolah data individu sekolah dan data individu guru. USAID PRIORITAS memfasilitasi pengolahan data dengan softwere sistem informasi manajemen pendidikan kabupaten (SIMPK) Dapodik yang datanya bersumber dari Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain berlatih mengolah data, peserta melakukan identifikasi masalah, isu strategis, dan akhirnya menyusun alternatif kebijakan. “Dengan cara ini para mahasiswa tidak hanya mendalami konsep manajemen SDM pendidikan, tapi juga mengerti dan paham tentang teknis PPG,” ungkap Dr. Yovitha yang juga sebagai Kaprodi Manajemen Pendidikan.

Direktur Program Pascasarjana UPGRIS, Prof Dr Sunandar MPd menyampaikan, model pelatihan penataan dan pemerataan guru manarik untuk diintegrasikan dalam materi pascasarjana. Banyak kemampuan baru yang bisa membekali lulusan dengan keilmuan tentang analisis peta guru. “USAID PRIORITAS sudah mengawali dengan menganalisis di kabupaten mitra. Bapak dan Ibu mahasiswa bisa mulai menerapkan dari hal terkecil yaitu menggunakan ilmu analisisnya,” pesannya.

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan, para peserta bisa mendukung PPG di kabupaten/kotanya masing-masing. Peserta berasal dari latar belakang pekerjaan guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan staf Dinas Pendidikan yang berasal dari enam kabupaten/kota yaitu Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kendal, Brebes, Pemalang, dan Tegal.

Peserta dari Dinas Pendidikan Kota Semarang, Linggasari SH  menyatakan, kegiatan ini sangat membantu kegiatan pendataan guru sehari-hari di Dinas Pendidikan Kota Semarang. “Ada ilmu baru untuk menata guru yang bisa kami adaptasi,” ungkapnya. Sementara itu peserta dari Kabupaten Pemalang Untung, SPd, menilai dengan sistem ini, data pendidikan akan menyatu dan tidak setiap saat diminta setor data ke kabupaten.

PPG saat ini menjadi hal penting yang harus dilakukan oleh setiap kabupaten dan kota sesuai dengan Keputusan Bersama 5 Menteri tahun 2010. Selain itu, kondisi sekarang banyak sekolah dan kabupaten yang kekurangan guru tapi pemerintah kabupaten/kota tidak mendapatkan alokasi pengangkatan CPNS guru. Di sisi lain ada guru mata pelajaran yang kelebihan dan ada guru mata pelajaran tertentu yang kekurangan guru. Kalau setiap kabupaten dan kota telah melakukan PPG, diharapkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan akan semakin baik.(prioritaspendidikan.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.