Bebas Uang Sekolah, Peserta UN di Bekasi Melonjak Jadi 29.582

oleh -2 views
Ilustrasi : tukangngarang.wordpress.com
Arrief Ramdhani
Ilustrasi : tukangngarang.wordpress.com
Ilustrasi : tukangngarang.wordpress.com

SEBANYAK 29.582 siswa dari tingkat SMA/SMK dan sederajat di Kota Bekasi siap melakukan ujian nasional yang digelar pada Senin 14 April 2014. Perinciannya di antaranya, siswa SMA sebanyak 12.103 orang. Sedangkan untuk siswa SMK sebanyak 162.275 siswa dan sisanya siswa MA.
Menurut Kepala Bidang Bina Program, Dinas Pendidikan Kota Bekasi Agus Enaf, siswa sebanyak itu berasal dari 18 SMAN, 11 SMKN, dan puluhan SMA/SMK swasta sebanyak 70 sekolah swasta. Menurut dia, peserta UN tahun ini memang mengalami kenaikan yang sangat signifikan dari tahun sebelumnya sehingga menjadi indikator pendidikan di Bekasi.

Agus menjelaskan, kenaikan jumlah siswa SMA dan SMK Negeri di Kota Bekasi terkait program Pemkot Bekasi yang membebaskan uang sekolah bagi sebagian besar SMA dan SMK Negeri. Hal itu juga berdampak pemberian subsidi uang sekolah kepada sekolah-sekolah swasta.

Sementara untuk SMA Swasta, penyelenggaraan UN dapat dilakukan dengan memenuhi beberapa persyaratan di antaranya jumlah siswa tidak kurang dari 20 orang dengan status sekolah tersebut sudah terakreditasi, baru bisa mengikuti ujian UN 2014.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Encu Hermana menambahkan, untuk penyelenggaraan UN di Bekasi sudah siap dilaksanakan. Diharapkan penyelenggaraan UN dapat diikuti semua siswa dan berjalan lancar.

“UN di Bekasi sudah siap untuk digelar,” katanya, di Bekasi, Jumat (11/4/2014).

Dalam persiapan UN, kata dia, tidak hanya Dinas Pendidikan yang terlibat. Tetapi, semua sekolah penyelenggara ujian juga dilibatkan, mulai dari penyiapan soal dan pengiriman lembar jawaban. Ini dilakukan guna menghindari terjadi kecurangan terutama menyangkut kerahasiaan soal dan lembar jawaban.

Bahkan, panitia juga melibatkan aparat kepolisian dalam penjagaan dan pengawalan soal dan lembar jawaban. Hingga saat ini, persiapan sudah matang dan tinggal pelaksanaan. Dan satu hari sebelum pelaksanaan ujian, soal sudah tersedia di subrayon pendistribusian soal ujian.

Penentuan subrayon dilakukan guna mempermudah pengambilan soal dan pengembalian lembar jawaban. Setiap petugas dari masing-masing sekolah, baru diperbolehkan mengambil soal ujian satu jam sebelum pelaksanaan UN. Dengan demikian, tidak ada kebocoran soal.

Masing-masing subrayon tempat penyimpanan soal, dijaga ketat aparat kepolisian. Setiap UN selesai, lembar jawaban satu jam sesudahnya sudah harus sampai ke subrayon dari masing-masing sekolah. Untuk pemeriksaan lembar jawaban pihaknya bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.