Barbekua, Kepedulian Siswa Darul Hikam di Ramadan

oleh -3 views
Barbekua - istimewa
Arrief Ramdhani
Barbekua - istimewa
Barbekua – istimewa

DARUL Hikam International School punya cara sendiri untuk menunjukkan kepedulian pada warga sekitar, khususnya yang kurang mampu. Yakni dengan menggelar bazzar bertajuk Barbekua.

Barbekua yang merupakan singkatan dari Barang Bekas Berkualitas adalah sebuah ajang jual beli yang dilakukan siswa-siswi sekolah di kawasan Jalan Ir H Djuanda. Di sini, siswa-siswi mulai tingkat primary hingga SMA turut serta menjadi penjual busana layak pakai. Semuanya dilibatkan dalam puncak acara yang rutin digelar setiap bulan Ramadan.

Ketua Panitia Barbekua Entin Supartini mengatakan, kegiatan tahunan Darul Hikam International School ini sudah dilakukan lebih dari 10 tahun. Tujuannya, untuk memupuk kepedulian siswa-siswi terhadap warga yang kurang mampu khususnya dim omen bulan suci.

“Anak-anak kami ajak untuk mengumpulkan baju yang sudah tidak dipakai tapi masih layak pakai. Dikumpulkan, lalu dijual ke masyarakat sekitar. Karena banyak masyarakat kurang mampu yang ingin merayakan lebaran dengan baju baru,” tutur Entin kepada INILAH, Jumat (18/7).

Karena merupakan kegiatan sosial, harga yang dibanderol pun sangat murah dan terjangkau. Mulai dari Rp500 hingga Rp15 ribu. Busana yang dijual masih sangat layak pakai. Alhasil, warga sekitar pun menyerbu bazzar yang dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB tersebut.

“Kami tidak cari untung dari kegiatan ini. Barang yang dijual beragam, mulai dari busana anak-anak hingga dewasa. Kemudian sepatu, mainan dan lainnya. Tujuannya satu, ingin membantu warga sekitar membeli baju lebaran. Akan berbeda rasanya jika diberi dengan membeli,” papar Entin.

Tak hanya warga, siswa-siswi Darul Hikam International School pun cukup antusias menyambut Barbekua. Thifa salah satunya. Dia langsung bersemangat saat mendapatkan pengumuman gelaran Barbekua seminggu sebelum. Perempuan cantik itu pun langsung membongkar lemari pakaiannya setelah mendapatkan izin dari orangtuanya.

Siswi berusia 11 tahun itu ingin menjual busana bagus berkualitas yang dimilikinya. Meski titelnya berjualan baju bekas, Thifa ogah asal-asalan. Dia ingin siapapun yang membeli pakaiannya bisa merasa bangga dan catchy.

“Aku bongkar-bongkar lemari semuanya biar dapet baju yang masih bagus dan layak pakai. Aku suka banget acara ini, bagus,” ujar Thifa.

Pemilik nama lengkap Gumantyayu Lathifa itu pun menilai kegiatan ini mengajarkan mereka untuk saling tolong menolong, terutama dengan masyarakat kurang mampu, untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri.

“Di sini kami bisa menolong masyarakat yang nggak punya uang untuk membeli baju bagus dengan harga sangat murah. Jadi lebaran nggak mengeluarkan banyak uang. Saya sendiri ikut menjual baju dari harga Rp1.000 hingga Rp5.000 paling mahal,” terangnya.

Hasil dari penjualan barang kelas dalam kegiatan Barbekua (Barang Bekas Berkualitas) pun tidak masuk ke kantong para pemilik baju. Namun akan disumbangkan bagi warga di Palestina. Meski jumlahnya tak banyak, namun hal ini membutikan upaya nyata dari generasi muda. Dalam hal ini adalah siswa dan siswi Darul Hikam International School. “Ini sebagai upaya kami memupuk rasa kepedulian anak didik sejak dini,” pungkas Entin.

Rencananya, penyaluran dana hasil penjualan barang bekas dalam kegiaran bazzar Barbekua ini akan segera disumbangkan.(inilahkoran.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.