Banyak Tanah SD di Kab. Bandung Bermasalah

oleh -7 views
Ilustrasi (sdn023muarosentajo.blogspot.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (sdn023muarosentajo.blogspot.com)
Ilustrasi (sdn023muarosentajo.blogspot.com)

BUPATI Bandung H. Dadang M. Naser memerintahkan agar aparat Disdikbud Kab. Bandung segera turun tangan menyelesaikan persoalan lahan SDN Lebakwangi 1, Desa Lebakwangi, Kec. Arjasari, yang diaku ahli waris. Kasus tanah SDN Lebakwangi 1 bukan lah hal pertama karena rata-rata tanah SDN bermasalah.

“Saya sendiri baru mendengar kasus ini dari Anda semua (wartawan, red). Namun, saya yakin kasus tanah SDN Lebakwangi 1 ini seperti kasus tanah SDN-SDN lainnya di Kab. Bandung bahkan di Indonesia,” kata Dadang Naser kepada para wartawan di sela-sela halal bihalal Pemkab Bandung di Gedung M. Toha, Rabu (6/8)

Lebih jauh bupati menyatakan, umumnya tanah SDN yang dibangun pada era Orde Baru tanpa dilengkapi dengan surat-surat seperti sertifikat tanah.

“Awalnya pemerintah meminta warga yang memiliki tanah untuk menyediakan tanah SD. Bisa pemerintah membeli atau pemilik tanah menghibahkan atau mewakafkan, namun tidak ada bukti sertifikat,” katanya.

Kondisi itu, kata Dadang Naser, merupakan kelengahan dari akumulasi masa lalu yang dampaknya baru terasa saat ini.

“Bisa saja terjadi pemerintah sudah melakukan tukar guling tanah SD atau membayar tanahnya, namun tidak ada surat-menyurat. Setelah harga tanah melambung tinggi akhirnya ahli waris menggugat kembali tanah itu,” katanya.

Mengenai desakan agar Pemkab Bandung memberikan ganti rugi atas tanah SDN Lebakwangi 1, Dadang Naser mengatakan, pemerintah memiliki mekanisme sendiri sehingga tidak bisa langsung membayar tanah tersebut.

“Kita harus lihat dulu persoalannya. Tak mudah mengalokasikan anggaran pembebasan tanah,” katanya.(pikiran-rakyat.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.