Banyak Lulusan SMK Nganggur Tak Sesuai Kebutuhan Pengusaha

oleh -18 views
Sises SMK Pelayaran 1 Ciasem sedang mengikuti Uji Kompetensi.
Arrief Ramdhani
Sises SMK Pelayaran 1 Ciasem sedang mengikuti Uji Kompetensi.
Sises SMK Pelayaran 1 Ciasem sedang mengikuti Uji Kompetensi.

KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, banyak pengangguran di Indonesia tidak sesuai dengan kebutuhan pengusaha. Oleh karena itu, ketidaksesuaian ini membuat para pengusaha memilih membangun sekolah pelatihan dibanding merekrut para tenaga kerja berpendidikan.

Ketua Komite Tetap Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Kadin Indonesia Sumarna F. Abdurahman mengungkapkan, pengusaha yang telah menciptakan sekolah pelatihan sendiri adalah pengusaha sawit di Indonesia.

banner 728x90

“Sekolah itu ada yang didirikan pengusaha sawit dan mereka menyiapkan untuk jadi manajer kebun manajer kelapa sawit,” kata Sumarna, di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (30/4/2014).

Sumarna menjelaskan, pengusaha sawit yang membuat sekolah pelatihan sendiri, lantaran banyaknya lulusan pendidikan politeknik tidak menyiapkan lulusan yang dapat bekerja langsung di perkebunan. Menurut dia, untuk saat ini sektor perkebunan lebih sering menggunakan traktor modern.

“Kebun sawit sudah menggunakan traktor modern, sedangkan politeknik biasa laboratorium saja tidak punya, mana mungkin mereka punya keahlian di situ,” tambahnya.

Oleh karena itu, Sumarna berharap kepada pemerintah untuk dapat memberikan pendidikan bagi siswa/siswi SMA dan SMK lebih menjurus untuk langsung siap bekerja.

“SMK ini harus disiapkan. Begini situasi ril pasar kerja potret tenaga kerja kita,” tukas dia.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.