Bahasa Mandarin Penting Dipelajari Siswa Madrasah

Wednesday 08 January 2020 , 7:31 AM

Gerobak baca telah menumbuhkan gairah membaca di kalangan siswa dan segenap warga madrasah.(USAID Prioritas)

PENGAMAT pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jejen Musfah menilai selain Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, bahasa Mandarin penting dipelajari oleh siswa madrasah. Negara penggunaBahasa Mandarin dinilainya maju dalam bidang ekonomi dan pendidikan. Oleh sebab itu, Bahasa Mandarin ditambah di pendidikan madrasah menurutnya baik untuk dilakukan.

Selain Bahasa Mandarin, saat ini bahasa yang saat ini menjadi penting adalah Bahasa Korea. Jejen beranggapan, Korea Selatan khususnya, memiliki perkembangan ekonomi yang baik. Selain itu, dari segi pendidikannya negara tersebut termasuk yang terbaik di Asia.

“Saya kira Korea juga menarik karena ekonomi dan pendidikan mereka bagus,” kata dia dihubungi Republika.co.id, Selasa (7/1).

Menurut Jejen, mempelajari bahasa asing untuk siswa madrasah bukan masalah. Namun, ia juga mengingatkan jangan sampai peserta didik terlalu fokus diajarkan bahasa asing sehingga melupakan kemampuan lainnya. Pelajaran lainnya juga penting untuk masa depan pendidikan para peserta didik di madrasah. Potensi anak selain di bidang bahasa juga perlu diperhatikan.

“Tidak masalah, hanya saja jangan sampai melupakan potensi anak dalam bidang lainnya selain bahasa, yaitu sains, seni, dan lainnya,” kata dia.

Selain itu, kemampuan bahasa asing sebenarnya tidak kalah penting untuk diberikan kepada peserta didik di sekolah biasa selain madrasah. Saat ini, tidak sedikit sekolah swasta yang juga sudah menerapkan pelajaran bahasa asing lain kepada peserta didiknya.

“Sekolah lain juga perlu. Beberapa sekolah swasta sudah menerapkan pelajaran bahasa asing selain Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,” kata Jejen.

Kemampuan berbahasa asing sangat diperlukan untuk pelajar. Selain digunakan untuk mendapatkan pekerjaan, kemampuan berbahasa asing juga dibutuhkan untuk mendapatkan beasiswa.

Di dalam memperhitungkan bahasa apa yang perlu dikuasai, harus juga melihat kondisi ekonomi dan pendidikan di negara pengguna bahasa tersebut. Hal ini perlu dipikirkan agar bahasa yang dipelajari benar-benar bermanfaat nantinya.

“Kemampuan berbahasa asing sangat penting. Selain Bahasa Arab, Bahasa Inggris, juga Mandarin, Korea, Jepang, Jerman, dan Prancis. Bukan hanya untuk kerja, tapi untuk kuliah, sarjana atau pascasarjana. Apalagi tujuannya mendapatkan beasiswa,” kata Jejen.(republika.co.id)

Comments are closed.