Bahasa Indonesia Jadi Program Studi di 8 Negara

Thursday 01 August 2019 , 7:09 AM

Kamus Besar Bahasa Indonesia(republika.co.id)

KEPALA  Balai Bahasa Provinsi Papua Suharyanto menyebutkan bahasa Indonesia sudah dibuka menjadi program studi di delapan negara. Negara-negara tersebut, yakni Kanada, Jepang, Australia, Korea Selatan, Ukraina, Suriname, dan Amerika Serikat khususnya di negara bagian Hawai.

Suharyanto mengatakan keberadaan program studi di negara-negara tersebut meningkatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. “Jadi itu tadi di delapan negara sudah dibuka program studinya,” katanya di Jayapura, Rabu (31/7).

Di negara-negara tersebut, ia mengatakan, secara khusus mempelajari mengenai bagaimana seluk beluk kaidah-kaidah yang ada di dalam bahasa Indonesia dan sastranya. Selain itu, ia menambahkan, saat ini bahasa Indonesia itu setidaknya sudah diajarkan di 45 negara oleh sekitar 250 lembaga.

“Jadi kalau tadi di 45 negara dengan 250 lembaga baru diajarkan,” ujarnya.

Menurut Suharyanto, peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional merupakan amanat UU Nomor 24 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014.

Dia menerangkan ada dua tujuan utama meningkatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Keduanya, yakni menunjukkan jati diri bangsa Indonesia, dan meningkatkan daya saing bangsa.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang mendorong untuk meningkatkan fungsi bahasa Indonesia itu sebagai bahasa internasional. “Karena memang bahasa Indonesia sendiri sudah memiliki beberapa modal yang bisa digunakan sebagai bahasa internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan modalnya utamanya adalah dari sisi jumlah penutur. Bahasa Indonesia di dalam negeri sendiri sudah memiliki penutur setidaknya 265 juta penduduk Indonesia.

“Itu baru jumlah penutur yang ada di Indonesia. Selain penutur yang ada di dalam negeri, penutur bahasa Indonesia itu juga berasal dari diaspora Indonesia yang ada di luar negeri itu jumlahnya berkisar antara 7 sampai 8 juta orang,” katanya.(republika.co.id)

Comments are closed.