Antara Guru dan Aktor

oleh -39 views
Drs Ela Halimin SH M.Si meluangkan waktu membaca Koran siap belajar (Asop Ahmad/siapbelajar)
Arrief Ramdhani
Drs Ela Halimin SH M.Si meluangkan waktu membaca Koran siap belajar (Asop Ahmad/siapbelajar)
Drs Ela Halimin SH M.Si meluangkan waktu membaca Koran siap belajar (Asop Ahmad/siapbelajar)

ENAK jadi guru atau jadi pengawas. Pertanyaan itu muncul sepontanitas tanpa ingin membandingkan satu profesi dengan lainnya, setiap pekerjaan tentunya punya kelebihan masing-masing, bagaimana kacamata kita memandang “Guru sebagai eksekutor dilapangan tentunya keberhasilan dan tidaknya sebagai sorang pengajar lebih mudah terukur, sedangkan pengawas mereka lebih mengimplementasikan pengalamannya  pada sekolah lain, pembendaharaannya lebih tinggi dan banyak silaturrahmi sehingga saudara semakin bertambah” kata Drs Ela Halimin SH M.Si pengawas dari Badan Akreditasi Provinsi Jawa Barat

Menjadi guru tentunya tidak bisa dilupakan seumur hidupnya, kebahagiaan itu hadir saat Ia berkunjung kesalah satu SMP, tiba-tiba ditegur seorang guru perempuan dan mengaku sebagai murid di sekolah yang pernah diguruinya. Terharu dan bahagia campur aduk di dalam hatinya, meskipun banyak kalimat yang ditulis tentang jasa seorang guru, kala itu dirasakannya jauh menusuk relung hati betapa bahagianya Ia, karena bisa mengantarkan seseorang menggapai harapan dan cita-citanya, seperti yang dialami bekas muridnya tersebut

Menjadi Asesor telah dijalaninya selama hampir dua tahun, tiga tahun menjadi pegawai structural Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, tiga tahun menjabat kepala SMK dan selama dua puluh tiga tahun mengabdi sebagai guru. Pengalamannya sebagai tenaga pendidik dan pernah mengelola sekolah dimanfaatkannya untuk saling bertukar ilmu pada sekolah-sekolah binaannya sekarang, dari jenjang karir yang dicapai membawa hikmah luar biasa bagi perjalanan hidupnya saat ini

Dalam menyikapi persoalan dunia pendidikan zaman sekarang Drs Ela, panggilan akrabnya. Ia merasa miris dengan kondisi dunia yang membesarkannya itu, pada beberapa kejadian belakangan ini yang mencoreng dan melecehkan dunia pendidikan sekarang. Dengan beberapa kasus yang terjadi Ia tidak menyalahkan atau menyudutkan pihak-pihak tertentu, yang diharapkannya, semua pihak kembali pada fungsi dan tanggung jawabnya masing-masing

“Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas tidak terlepas dari adanya peran keluarga, sekolah, mayarakat maupun pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Semuanya memiliki sifat dan fungsi serta perannya sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak itu sendiri” tuturnya

Ia juga menyoroti tentang gaya seorang pendidik, dahulu seorang guru lebih menjadi raja di dalam kelas apa yang dikatakan hampir dianggap benar oleh seluruh siswanya, sekarang berbalik seratus delapan puluh derajat, dimana seorang guru dituntut bak seorang actor. Ada kalanya harus menjadi orangtua, teman, sahabat bahkan menjadi pelayan bagi anak didiknya dan semuanya mesti dijalani sepenuh jiwa raga dalam pengabdian serta dedikasinya sebagai seorang guru yang baik. (Asop Ahmad/siapbelajar)