Anis Byarwati, Dana Triliunan Program Prakerja Lebih Baik Dialihkan

oleh -46 views
Ilustrasi

JAKARTA – Anis Byarwati Anggota DPR RI Fraksi PKS meminta pemerintah menghentikan Program Kartu Prakerja dan anggarannya dialihkan untuk bantuan sosial bagi jutaan para pekerja terkena PHK dampak dari Pandemi Covid-19

Hal tersebut disampaikan Anis di hadapan Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK dan Direktur Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada Rapar Kerja komisi XI DPR RI. Selasa (28/4/2020).

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Menurutnya, anggaran pelatihan kerja senilai Rp5,6 triliun dari total anggaran kartupra kerja Rp20 triliun itu hanya akan dinikmati oleh segelintir perusahaan penyedia platform pelatihan kerja online

“Kartu Prakerja akan lebih menguntungkan bagi lembaga penyedia pelatihan ketimbang para pesertanya. Terlebih lagi, berbagai pelatihan yang disediakan oleh lembaga penyedia Kartu Prakerja itu, tak jauh berbeda dengan video yang ada di Youtube dan dapat diunduh secara gratis” lanjut Anis Byarwati

Dijelasan Menkeu, setiap peserta kartu prakerja mendapatkan paket bantuan senilai Rp3,55 juta. Rp1 juta untuk bayar penyedia platform pelatihan, Rp2,4 jt atau Rp 600.000 per bulan untuk empat bulan, dan Rp150.000 insentif tiga kali pengisian survei kebekerjaan (Rp50 ribu setiap pengisian survei kebekerjaan)

Walau setelah itu akan mendapatkan sertifikat digital, tetapi kata Anis Byarwati para lulusan program prakerja tersebut tidak ada jaminan mendapatkan pekerjaan.

Ia juga mempertanyakan pemerintah. Kenapa harus menggunakan penyedia platform pelatihan kerja online

Padahal menurutnya pemerintah sudah mempunyai perangkat di Kementerian Tenaga Kerja yaitu Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Binalattas) yang memiliki pengalaman memadai untuk menjalankan program pembinaan, pelatihan dan produktivitas.

Kemenaker juga memiliki data yang akurat tentang pekerja dan data ter-PHK secara Nasional. Sehingga sangat efektif jika program ini diserahkan secara penuh kepada kemenaker

“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah bantuan sosial untuk menyambung hidup, bukan pelatihan kerja. Karena mereka yang saat ini menanggur bukan karena tidak memiliki ketrampilan kerja, tetapi karena tempat bekerjanya tutup akibat dampak Covid-19,” tukas Anis.