Angka Kelulusan UN SMP Capai 99.94 Persen

oleh -2 views
Ilustrasi (www.pendidikan-diy.go.id)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (www.pendidikan-diy.go.id)
Ilustrasi (www.pendidikan-diy.go.id)

WAKIL Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan angka kelulusan Ujian Nasional 2014 tingkat SMP sederajat mencapai 99,94 persen atau sebanyak 3.771.037 siswa dinyatakan lulus dari total peserta 773.372 siswa.

“Tingkat kelulusan siswa SMP untuk tahun ini meningkat 0,38 persen bila dibandingkan 2013 sebesar 99,56 persen. Sementara yang tidak lulus mengalami penurunan dari sebanyak 16.216 siswa pada 2013 menjadi 2.335 siswa atau 0,06 persen tidak lulus UN. Untuk tahun ini, nilai rata-rata UN mencapai 6,52,” kata Musliar Kasim dalam jumpa pers hasil UN SMP/MTs tahun 2014 di Jakarta, Jumat (13/6).

Ia lebih lanjut mengatakan Kelulusan peserta didik SMP ditentukan berdasarkan perolehan Nilai Akhir (NA), yaitu 60 persen nilai UN ditambah 40 persen nilai ujian sekolah. Peserta didik SMP dinyatakan lulus UN jika nilai rata-rata NA paling rendah 5,5 dan nilai tiap pelajaran paling rendah 4,0.

Untuk sekolah yang berhasil meluluskan siswanya 100 persen sebanyak 49.249 sekolah, sekolah dengan kelulusan sebesar 75 persen hingga kurang dari 100 persen sebanyak 1.243 sekolah, sekolah dengan kelulusan 50 persen hingga kurang dari 75 persen ada 18 sekolah, dan sekolah dengan kelulusan sebesar 25 persen hingga kurang dari 50 persen sebanyak lima sekolah.

Pada 2014 provinsi-provinsi yang mencapai tingkat kelulusan pada Ujian SMP/MTs tertinggi antara lain DKI Jakarta, DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur, sedangkan tingkat kelulusan terendah berada di daerah Propinsi Aceh, Sulawesi Barat dan Kalimantan Barat, kata Musliar Kasim.

Musliar mengatakan pemerintah akan melakukan intervensi dengan memberikan bantuan peningkatan kualitas guru dan peningkatan sarana dan prasarana bagi sekolah-sekolah di provinsi yang masih mengalami tingkat kelulusan rendah.
“Para peserta ujian nasional tingkat SMP/MTs pada 2014 lebih percaya diri dalam mengerjakan soal ujian dibandingkan mengharapkan dari kunci jawaban yang beredar, meskipun dari hasil kunci jawaban yang didapat benar,” katanya.(republika.co.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.