Anak Sebagai Peniru Ulung

oleh -103 views
Profil Penulis : Restian, Mahasiswi Fakultas Dakwah ( KPI ) Institut Agama Islam Cipasung Tasikmalaya. Dan pegiat Literasi Taman Baca NA ( TABANA).

Sebagai peniru ulung. Anak akan sangat mudah sekali meniru apa yang terjadi. Sebagian besar yang diserap oleh mereka dari aktivitas dia mendengar.

Usia 0-3 tahun adalah masa-masa emas bagi anak. Di usia inilah, seorang anak akan dapat segera merespon apa yang didengar dan dilihat di sekitarnya.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Jika anak dibesarkan dalam lingkungan yang kurang baik, didikan karakter yang kurang positif , maka anak tidak akan jauh berbeda dari lingkungannya.

Kerap sekali kita mendengar tentang kekerasan terhadap anak, kemudian orang tua yang sedang memarahi anaknya, kemudian melihat anaknya menangis tiba-tiba tangannya menjulur ke bagian kaki, tangan atau bagian tubuh lainnya, tentu ini menjadi momen negatif bagi anak.

Orang tua tersebut secara tidak langsung sedang mentransfer karakter kepada anak, otomatis ketika seorang anak melihat suatu kejadian dalam proses perkembangan dalam kehidupannya,  ia akan meniru proses penyelesaian masalah seperti yang dilakukan orang tuanya itu.

Anak yang masih kecil tidak akan menghiraukan bahwa perilaku ini baik atau buruk, ia belum bisa membedakannya, maka orang tua harus hati-hati dalam berprilaku, karena akan diikuti oleh anaknya.

Anak akan tumbuh menjadi perangai baik, ketika orang tua memberikan sesuatu yang bisa ditiru dengan baik.

Lingkungan utama harus menjadi tempat paling nyaman untuk anak, agar bisa mengembangkan karakter positif, sikap, sosialnya bahkan kebiasaan yang akan tumbuh menjadi karakter hingga akan menjadi cermin bagi dirinya.

Kita sering mendengar dan melihat peristiwa orang tua yang mengelus kepala anak ketika sedang marah, menangis atau moodnya sedang tidak beres.  Atau kita melihat Orang tua yang selalu memberi apresiasi atas keberhasilan anak, seperti bisa berjalan meskipun baru satu dua langkah, atau ketika anak bisa menyebutkan sesuatu dengan jelas, bisa menghafalkan satu doa mau makan. Tentunya anak akan merasa nyaman atas keberadaannya.

Anak memiliki sifat ingin diperhatikan bahkan ingin diberi pujian oleh siapapun yang ada di sekitarnya, maka berilah pujian-pujian yang posistif untuknya.

Tindakan orang tua demikian, menirukan proses penyelesaian masalah yang positif bagi anak, ia sedang mentrasnfer hal-hal baik dalam kehidupan anak.

Anak yang sudah tumbuh dewasa kemudian dididik di lingkungan baik maka, ketika ia melihat dan mendapatkan satu persoalan ia bisa memilah  dan berfikir lebih jauh kemudian menimbang mana yang baik dan mana yang buruk.  Dan ketika perbuatan itu tidak sesuai dengan apa yang di pelajari, maka ia tidak meniru perbuatan tersebut, pendidikan keluarga menjadi filter sang anak dalam menghadapi suatu keadaan yang akan merugikan dirinya dan orang lain.

Oleh karena itu, orang tua berperan penting untuk mengarahkan, mendidik, membina dan memberikan energi positif bagi anaknya.

Ingatlah bahwa anak merupakan peniru yang ulung, ia kan selalu melihat apa yang dilakukan  orang tuanya, sikap, gaya bicara, gerakan tubuh semua bisa di tiru oleh anak.

Pendidikan karakter anak harus dipupuk sejak kecil, karena ketika anak masih kecil, kemudian melakukan hal negatif maka akan semakin mudah untuk diluruskan.

Berbeda lagi dengan anak yang sudah tumbuh dewasa, kemudian dipupuk dengan karakter negatif lalu berniat untuk meluruskannya, maka akan mengalami kesulitan, bahkan jika di perumpamakan pada satu pohon yang sudah besar lalu batang kayunya bengkok, lalu berusaha untuk meluruskannya, maka yang terjadi bukan lurus tapi batang kayunya bengkok. Berilah anak sesuatu yang bisa mereka tiru dengan baik.

Orang tua adalah lingkungan pertama bagi anak-anaknya yang bisa memberikan dan mentransfer energi-energi posif, bahasa positif, penyelesaian masalah positif bahkan memberikan apresiasi terhebat untuk anaknya. anak merupakn kewajiban yang harus dijaga dan didik, menjadi sumber pahala bagi orang tuanya.

Banyak harapan-harapan yang ingin dicapai oleh anak di masa depan. Maka dari itu orang tua harus ikut serta dalam membantu memberikan pendidikan dan pelajaran yang baik dan benar serta tidak menggunakan kata mendisiplinkan dengan cara-cara yang tidak benar.

Berikan seluruh bentuk kebenaran kepada anak, sehingga anak bisa mendapatkan sesuatu yang benar.

Profil Penulis : Restian, Mahasiswi Fakultas Dakwah ( KPI ) Institut Agama Islam Cipasung Tasikmalaya. Dan pegiat Literasi Taman Baca NA ( TABANA).