Anak Muda Indonesia Jadi Pahlawan dengan Inovasi

oleh -2 views
Ilustrasi (kerlip07bintang.blogspot.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (kerlip07bintang.blogspot.com)
Ilustrasi (kerlip07bintang.blogspot.com)

PERBEDAAN generasi tentu membuat masyarakat memiliki tantangan berbeda untuk diperjuangkan. Jika sekira tiga hingga empat abad yang lalu para pemuda berjuang untuk memperoleh kemerdekaan dengan aksi fisik, saat ini perjuangan yang harus dilakukan kaum muda lebih mementingkan adu otot dalam bidang teknologi dan inovasi.

Lantas, bagaimana cara kaum muda, khususnya mahasiswa meneruskan tongkat perjuangan para pahlawan terdahulu? Mahasiswa S-2 Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) Hanifah menyatakan, salah satu tindakan yang bisa dilakukan mahasiswa untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan ialah menghindari berbagai bentuk aksi korupsi.

“Tentu tidak bisa disamakan perjuangan kita dengan pahlawan masa lalu. Harus disesuaikan dengan kondisi sekarang. Bekerja keras dan menjauhi korupsi bisa jadi salah satu cara simpel untuk meneruskan dan menghormati perjuangan pahlawan kemerdekaan kita,” kata Hanifah ketika berbincang dengan Okezone, Senin (10/11/2014).

Tidak jauh berbeda, mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Isabel berpendapat, perjuangan yang dilakukan pemuda masa kini bukan lagi menggunakan bambu runcing. Sebab saat ini, senjata yang dipakai ialah teknologi.

“Meneruskan perjuangan pahlawan zaman dulu adalah berjuang dalam hal teknologi. Bagaimana mahasiswa punya karya ilmiah yang berguna bagi banyak orang. Baik dalam bentuk teknologi ramah lingkungan maupun obat-obatan dengan harga murah yang terjangkau masyarakat ekonomi bawah,” tutur Isabel.

Tidak sekadar bicara, Isabel telah mewujudkan visi misi tersebut dalam tindakan. Meskipun inovasi yang dia hasilkan masih dalam skala laboratorium saja dan merupakan pengembangan dari penelitian yang sudah ada.

“Waktu itu ada karya destilasi minyak, yakni mengambil minyak dari daun kayu putih. Mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Prospeknya bagus. Tapi penelitian itu hanya dalam skala laboratorium,” paparnya.(kampus.okezone.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.