Alasan Pemerintah Ubah Sistem Ujian Nasional

oleh -9 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengubah sistem Ujian Nasional (UN). Mulai tahun ini, UN tidak lagi digunakan sebagai tolok ukur kelulusan siswa-siswi.

Pemerintah akan menjadikan UN sebagai alat pemetaan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini dilakukan salah satunya untuk memperbaiki mutu pendidikan.

banner 728x90

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan menilai, seharusnya UN bisa mendorong siswa untuk belajar, mendorong guru untuk menuntaskan kompetensi, dan menjadi standar kompetensi minimum nasional.

“UN juga dapat dipakai sebagai acuan antarprovinsi, dan seharusnya juga sebagai ukuran capaian pendidikan yang dapat dipakai antarnegara,” ujar Anies, di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2015).

Tapi kenyataannya, Anies mengatakan, UN diwarnai oleh perilaku kecurangan yang bukan hanya dilakukan oleh siswa, tetapi justru dilakukan oleh guru dan pihak sekolah agar hasil UN bagus. Selain itu, kata Anies, UN juga menjadikan siswa sebagai korban karena banyak yang stres.

Oleh karena itu, tahun ini Kemendikbud memperbaiki UN dengan tidak lagi menjadikanya sebagai satu-satunya syarat pengukuran. Selain memberikan otonomi kepada sekolah untuk menentukan kelulusan siswa, perbaikan UN juga dilakukan pada sistem penilaian.

Sehingga pada tahun ini, level pencapaian siswa di tingkat kabupaten/kota tidak lagi berkutat pada lulus atau tidak lulus. Capaian siswa, berada pada level sangat baik, baik, cukup, dan kurang.

“Hal ini bermanfaat untuk mengetahui apa yang dibutuhkan siswa dalam proses belajar, dan bagaimana guru merencanakan kegiatan mengajar,” ucapnya.(news.okezone.com)