Aksi UGM untuk Peringati Hari Bumi

Wednesday 23 April 2014 , 4:54 AM
ugm.ac.id

ugm.ac.id

BERBAGAI macam aksi dilakukan pihak kampus dalam memperingati Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April. Seperti yang dilakukan oleh Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian (KP4) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dalam mengisi Hari Bumi 2014.

Kali ini, KP4 UGM menggelar serangkaian kegiatan bertema “Hijau Desaku, Bersih Sungaiku, Lestari Bumiku.” Sejumlah acara yang digelar berupa sarasehan, pelatihan dan camping Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (EfSD), aksi bumi penanaman pohon, merti bumi, bersih sungai, kirab budaya, desa hijau, dan sekolah hijau.

Pembukaan rangkaian kegiatan diawali dengan sarasehan yang membahas upaya nyata dalam melakukan merti bumi secara bersama-sama dan menyeluruh. Pihak pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan LSM pun hadir dalam kegiatan tersebut guna memberikan arahan dan sejumlah materi.

Berbagai lapisan masyarakat pun hadir dalam kegiatan itu. Mulai dari karangtaruna, pelajar, hingga berbagai komunitas masyarkat. Kegiatan tersebut bertujuan mengajak masyarakat mulai dari anak usia dini hingga kalangan perguruan tinggi untuk turut menyelamatkan bumi.

Kepala KP4 UGM Cahyono Agus mengatakan, apresiasi Hari Bumi menjadi tema yang menarik untuk mendukung konsep pembangunan ekonomi hijau (green economy development). Hal itu menjadi jawaban kita terhadap bumi yang telah memberi servis lingkungan dan kebutuhan hidup kepada seluruh makluk hidup dengan cuma-cuma.

“Sementara manusia sebagai khalifah bumi justru telah merusak instalasi raksasa bumi dalam menyediakan oksigen, air, pangan, pakan pupuk, obat, temperatur, dan sumber kehidupan lain,” tutur Cahyono, seperti dikutip dari laman UGM, Selasa (22/4/2014).

Apalagi, kata Cahyono, jumlah penduduk dunia terus meningkat. Menurut Badan Kependudukan PBB, pada 12 Oktober 1999 jumlah penduduk dunia sebesar enam miliar. Dalam 13 tahun, jumlah itu terus bertambah hingga mencapai tujuh miliar. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 8,5 miliar pada 2025.

“Dengan laju peningkatan jumlah penduduk seperti itu, maka tekanan kerusakan terhadap bumi terutama di negara-negara berkembang semakin berat dirasakan,” jelasnya.

Untuk itu, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari bumi, umat manusia sudah selayaknya merawat bumi dengan baik. Sebab, jika manusia ikut merusak dan menentang bumi, maka bumi pun memberikan respons yang justru sangat merugikan penduduk dunia.

Karena itu, lanjutnya, upaya perbaikan kualitas lingkungan hidup di bumi perlu kontribusi yang nyata dari berbagai pihak dalam hidup keseharian. Kuncinya, setiap manusia perlu membuat harmoni dengan bumi, sehingga bumi senantiasa menyediakan air, udara, kelembaban, temperature dan penopang kehidupan yang sesuai dengan jumlah dan kualitas yang dibutuhkan.

“Dari kegiatan yang berpuncak pada 5 Juni 2014 nanti yang bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kami berharap masing-masing kader yang terbentuk dalam program ini dan terlibat dalam rangkaian kegiatan ini dapat mengimplementasikan program Desa hijau, Sekolah Hijau, dan Kampus Biru”, imbuh Cahyono.(kampus.okezone.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.