Ajarkan Siswa Sensitif Gender dalam Pembelajaran

oleh -5 views
Pak Toyib, guru SMPN Sewon, Bantul, Yogyakarta, bangga dengan hasil kegiatan siswa dalam pembelajaran.(prioritaspendidikan.org)
Arrief Ramdhani
Pak Toyib, guru SMPN Sewon, Bantul, Yogyakarta, bangga dengan hasil kegiatan siswa dalam pembelajaran.(prioritaspendidikan.org)
Pak Toyib, guru SMPN Sewon, Bantul, Yogyakarta, bangga dengan hasil kegiatan siswa dalam pembelajaran.(prioritaspendidikan.org)

PAK Toyib, guru SMPN Sewon, Bantul, Yogyakarta, setelah mengikuti pelatihan modul 2 USAID PRIORITAS langsung menerapkan pendekatan pembelajaran yang sensitif gender. Hal tersebut dilakukan dalam pembelajaran bahasa Indonesia sub kebahasaan kalimat majemuk subtema remaja dan pendidikan karakter.

Di awal pembelajaran,  Pak Toyib melakukan brainstorming tentang kebiasaan yang dilakukan anak laki- laki maupun perempuan dalam hal permainan, pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, serta pekerjaan yang biasa dilakukan laki-laki dan perempuan dewasa. Berikutnya, Pak Toyib membagi lembar kerja berupa potongan-potongan kertas dan siswa diminta untuk menyambungkan menjadi kata majemuk dan dibahas bersama dengan kelompoknya.

Dari pembahasan bersama tersebut, kemudian siswa terlihat sudah paham tentang bagaimana sebuah pekerjaan yang tidak mengenal jenis kelamin. Artinya, semua bisa dikerjakan baik laki-laki maupun perempuan berdasar kemampuan masing-masing, bukan berdasar jenis kelamin.

Dalam diskusi dengan siswa, ada juga anak yang menolak pekerjaan dilakukan perempuan. Misalnya, ronda. Selain tidak lazim, hal tersebut membahayakan kaum perempuan. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh Pak Toyib juga mencampur duduk siswa secara heterogen, membagi kerja kelompok dengan memberi kesempatan yang sama. Termasuk dalam pemberian tugas dan tanggung jawab.(prioritaspendidikan.org)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.