Aher Klaim Pendidikan Jawa Barat Sudah Cukup Baik

oleh -1 views
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (busertransonline.wordpress.com)
Arrief Ramdhani
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (busertransonline.wordpress.com)
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (busertransonline.wordpress.com)

GUBERNUR Jawa Barat Ahmad Heryawan mengklaim pelaksanaan pendidikan di Jawa Barat sudah cukup baik dan berkembang. Pasalnya, terbukti adanya peningkatan partisipasi baik di SD, SMP maupun di SMA.

“Banyak solusi yang dilakukan oleh pemerintah untuk menangani peningkatan pendidikan. Di antaranya dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan pembangunan sekolah,” ujar Heryawan pada acara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2014 di Gedung Sate Bandung, Jumat (2/5/2014).

Pria yang akrab disapa Aher ini menuturkan, saat ini Pemprov Jabar terus membangun sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Salah satunya adalah program ruang kelas baru (RKB) terus dibangun dan dilanjutkan.

“Ke depan, setelah menyediakan sarana dan prasarana pendidikan bagi masyarakat, orientasi berikutnya adalah meningkatkan kualitas yang sedang dilakukan. Kualitas dan kuantitas terus terjadi peningkatan,” kata Aher.

Aher menyatakan, pembangunan sekolah-sekolah di daerah harus segera dioptimalkan, agar semua golongan masyarakat dapat memperoleh pendidikan yang layak. Sementara anggaran untuk RKB sendiri saat ini sudah mencukupi.

“Rencananya program 4.000 kelas baru akan dimulai,” jelas Aher.

Dia menjelaskan, untuk meningkatkan kualitas sekolah berkebutuhan khusus ada dua cara. Pertama. terus membangun dan mendorong sekolah yang berkebutuhan khusus yang ada, baik di sekolah berkebutuhan khusus negeri maupun swasta.

“Yang kedua membangun sekolah inklusi di sekolah negeri normal di SD, SMP, SMA/SMK disitu membuka kesempatan bagi yang berkebutuhan khusus,” tutur Aher.

Orang nomor satu di Jabar ini menambahkan sekolah inklusi sudah dibuat di 365 sekolah. Dia menyebut, adanya sekolah inklusi banyak manfaatnya yaitu akses semakin dekat bagi yang berkebutuhan khusus.

“Selain itu sebagai proses saling menghormati, seperti yang normal menghormati yang berkebutuhan khusus, yang berkebutuhan khusus pun tidak canggung dan daya tampung akan semakin banyak,” ucapnya.(inilahkoran.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.