Agama Harus Jadi Inspirasi, Bukan Aspirasi

oleh -9 views

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan agama harus menjadi inspirasi bukan aspirasi. Hal ini dikemukakan Gus Yaqut, begitu sapaan akrabnya, pada acara Serah Terima Jabatan Menteri Agama di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

“Kita tunjukkan kepada publik, saya katakan kemarin di Istana negara dan tadi juga saya sampaikan ke Bapak Presiden, melalui Kementerian Agama ini, saya ingin menjadikan agama sebagai inspirasi bukan aspirasi,” ujar Gus Yaqut, Rabu (23/12).

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Yaqut Cholil Qoumas dilantik Presiden Jokowi sebagai Menteri Agama pada sisa masa jabatan 2019-2024. Ia dilantik menggantikan Fachrul Razi usai keputusan reshuffle kabinet yang disampaikan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan pada Selasa, 22 Desember 2020.

“Agama sebagai inspirasi bukan sebagai aspirasi itu kalau di-breakdown akan luar biasa bagaimana kita ini harus saling menghormati antar sesama pemeluk agama, bagaimana harus saling menghormati yang berbeda keyakinan,” lanjut putra KH Cholil Bisri ini.

Di hadapan Menag Periode 2019-2020 Fachrul Razi, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, dan jajaran pejabat eselon I & II yang hadir, Gus Yaqut pun mengutip kata-kata Sayidina Ali bahwa mereka yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan.

“Toleransi tingkat tinggi ini harus harus diberikan teladan dari sini dari Kementerian Agama,” tegas Gus Yaqut yang merupakan alumni Sosiologi Universitas Indonesia.

“Saya tidak ingin dari Kementerian ini justru muncul sikap-sikap atau cara-cara diskriminatif antara satu (agama) dengan yang lain,”imbuhnya.

Ia pun berjanji dalam tempo secepatnya akan segera mengumpulkan jajarannya guna mewujudkan cita-cita tersebut ke dalam program nyata. “Banyak hal yang bisa kita lakukan. Dan pada saatnya nanti secepat-cepatnya kita akan melakukan breakdown atas apa yang tadi saya sampaikan, sehingga Kementerian Agama ini benar-benar menjadi Kementerian semua agama. Dan agama ini harus menjadi inspirasi bukan aspirasi,” tutur Gus Yaqut.

Pria yang tumbuh di lingkungan relijius Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini juga berjanji akan meneruskan program baik yang telah diwariskan pendahulunya, Menag  Fachrul Razi. (kemenag)