Administrasi Bikin Guru Tak Kreatif, FKIP Unpas Dukung Nadiem Makarim Sederhanakan RPP Jadi Satu Lembar

Friday 03 January 2020 , 8:40 AM

Ilustrasi

WACANA  kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disederhanakan jadi satu lembar memperoleh sambutan.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasundan menggelar evaluasi program Penugasan Dosen di Sekolah (PDS), Kamis, 2 Januari 2020.

Dari evaluasi itu diketahui guru-guru di sekolah disibukkan dengan tugas administrasi, sedangkan upaya peningkatan kualitas pembelajaran jarang tersentuh.

Hal itu dikatakan Dekan FKIP Unpas, Uus Toharudin, didampingi Wakil Dekan I FKIP Unpas, Darta.

“PDS merupakan Hibah yang diberikan Kemenristek Dikti (kini Kemendikbud) yang diberikan terhadap FKIP Unpas. Para dosen dikirim ke sekolah-sekolah untuk saling belajar dan tukar pengalaman kepada para guru,” kata Uus.

Dari hasil penugasan itu, kata Uus, para dosen FKIP Unpas menemukan para guru terbebani dengan urusan administrasi.

“Akhirnya guru tak kreatif malah untuk RPP akhirnya hanya menyalin atau copy paste,” ujarnya.

Selain itu, penilaian guru ke siswa lebih dominan dengan tes objektif atau akademik.

“Belum lagi dengan persoalan disparitas mutu dan pemenuhan 8 standard nasional pendidikan yang masih jomplang antarsekolah,” katanya.

Uus mengakui komponen RPP sudah sesuai dengan permendikbud No. 22 Tahun 2016 sebesar 90 persen.

“Demikian pula dengan kualitas RPP berbasis HOTS sudah menunjukan nilai 81%, namun implementasi pembelajaran tidak sesuai dengan RPP. Guru hanya copy-paste RPP, mereka tidak membuat sendiri, yang membuat sendiri pun kurang menghayati, sehingga kesesuaian dengan proses pembelajaran agak kurang,” katanya.

RPP terdiri dari beberapa halaman, bahkan sampai puluhan halaman, namun pembelajaran kurang mencerminkan rencana yang dibuat.

“Harus ada reformasi RPP ini seperti yang dikatakan Mendikbud Nadiem Makarim yang akan memangkas RPP satu lembar saja. Yang berisi tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan assessment atau penilaian pembelajaran,” katanya.

Meski RPP terdiri dari hanya satu halaman, namun pelaksanaan pembelajaran sangat kompleks, dan menstimulus pembelajaran berbasis HOTS.

“Guru jangan terlalu dibebani dengan administrasi pembelajaran yang banyak, namun ditekankan kepada inovasi dalam pembelajaran,” katanya.(republika.co.id)

Comments are closed.