Ade Syarifudin, Ubah Sampah Jadi Kerajinan Mewah

oleh -27 views

Ada banyak cara mengubah sampah menjadi karya. Salah satunya dilakukan oleh Ade Syarifudin (58). Dengan tangan kreatifnya, kaleng minuman bekas ia sulap menjadi kerajinan unik, menarik, dan mewah.

Hanya mengandalkan alat bantu seperti gunting, obeng, tang, kuas, gergaji, dan kikir besi, Ade bisa mengubah kaleng bekas menjadi miniatur vespa, motor gede (moge) hingga robot.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Ade mengaku, membuat kerajinan adalah hobinya. “Ini hobi saya, soalna resep ka seni,” ujar Ade saat ditemui di kediamannya di Jln. Sasak Gantung Gang Ratna, Kota Bandung, Jumat (26/2/2021).

Pria empat anak ini mengungkapkan, dirinya menyenangi seni sejak muda. Sebelum membuat kerajinan, ia adalah seorang pelukis. Namun karena alat yang dibutuhkan cukup mahal dan kurang mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, ia pun mencoba hal baru.

Di saat yang sama, anak-anak di lingkungannya minta dibuatkan kerajinan tangan dari kaleng bekas untuk tugas sekolah. “Saya coba iseng-iseng, ternyata lumayan gitu. Dari kaleng bisa jadi karya seni,” tuturnya.

Prototipe pertama yang ia buat adalah miniatur vespa. Di awal, ia mengaku sempat kesulitan. “Satu kali gagal, kali kedua jari saya nempel kena superglue,” ceritanya sambil tertawa.

Namun, berkat kegigihannya, ia berhasil membuat miniatur vespa. Ia pun mulai berinovasi menciptakan kerajinan lainnya. Untuk ide, ia lakukan dengan spontan. “Kadang spontan aja. Yang ada di pikiran bisa langsung dibuat, tapi biasanya ada juga yang digambar dulu,” terangnya.

Bahan utama yang dibutuhkan, menurutnya, hanya kaleng dan beberapa partikel tambahan. “Bahan utamanya adalah kaleng minuman bekas, sedangkan bahan lainnya adalah busa bekas. Biasanya saya beli di tukang loak,” ungkap ayah enam anak ini.

Selain mengurangi produksi sampah, mengerjakan kerajinan ini membuat dirinya bahagia. “Seneng Bapak mah. Perjuangan membuat karya ini bikin bahagia,” akunya.

Sampai saat ini, karya Ade hanya hanya dijajakan di rumah dan dipromosikan dari mulut ke mulut. Kisaran harganya pun hemat di kantong, mulai dari 25 ribu hingga 75 ribu rupiah.

Ajarakan Anak-anak dan Pembeli

Ade bercerita, sejak dijajakan, tak sedikit warga membeli kerajinannya tersebut. “Selain anak-anak, biasanya kalau ada yang lewat terus ngeliat ini lucu, jadi suka beli,” ungkapnya.

Ade pun tak jarang mengedukasi para pembelinya tentang pembuatan kerajinan tersebut. “Kalau ada yang beli, saya kasih tahu cara bikin dan perawatannya juga. Misalnya, saat megang harus pakai pelindung, seperti plastik/keresek agar tidak melukai tangan,” ucapnya.

Saat ini, sudah banyak anak di lingkungannya yang bisa membuat kerajinan tersebut setelah belajar kepada dirinya. Ia pun mengajak warga Jawa Barat untuk terus mengulik hal-hal yang disenangi. “Jangan putus asa, harus lanjut dan fokus. Langan lelah terus ngulik,” pesannya. (disdik jabar)