Ada Museum Papua di Gelnhausen Jerman

oleh -0 views

Indonesia bukanlah negara yang asing bagi masyarakat Jerman. Bahkan bagi sebagian warga Jerman, Indonesia sudah menjadi tanah air kedua mereka. Dr. Werner Weiglein misalnya, ia memiliki kecintaan besar akan kebudayaan Indonesia khususnya terhadap tanah Papua.

Kecintaan Weilgen terhadap tanah Papua, ia buktikan dengan mendirikan Museum Papua di Hanauer Landstraße 32, 63571 Gelnhausen, Jerman. Museum ini terletak di komplek Palais Meerholz, di mana seluruh area dipenuhi dengan nuansa ornamen khas Indonesia, sehingga merepresentasikan keindahan dan kultur Indonesia dalam bangunan.

Untuk itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin, Ardi Marwan bersama Fungsi Pensosbud KJRI Frankfurt, Risa Wahyu Surya Wardhani dan Ni Putu Anggraeni menyempatkan mengunjungi Museum Papua untuk melihat koleksi museum yang disimpan di sana.

“Museum ini sangat luar biasa. Ada lebih dari 800 artefak budaya dari Papua yang disimpan di sana,” ujar Ardi.

Ardi menuturkan koleksi-koleksi Museum Papua meliputi berbagai budaya masyarakat Papua dimulai dari patung, jimat, topeng, dan berbagai benda-benda budaya masyarakat di pulau paling timur Indonesia tersebut.

Ardi menjelaskan, Weiglein adalah seorang antropolog, peneliti, petualang, dan pengusaha yang begitu mencintai Indonesia dan Papua. “Weiglein telah berkeliling mengumpulkan objek dan artefak dari Papua sejak 1979 silam dan ia juga mendirikan usaha travel di wilayah pegunungan Papua dengan hampir keseluruhan pegawainya adalah masyarakat lokal Papua,” takjubnya.

Menurut Ardi, dalam kunjungannya ke Museum Papua di Jerman ini dapat membuka peluang Rumah Budaya Indonesia yang dinaungi oleh KBRI Berlin berkolaborasi dengan Museum Papua Gelnhausen. “Kami dapat melihat ada potensi untuk menggelar pertunjukan budaya atau kegiatan lainnya di sana,” harap Ardi.

Selanjutnya, Ardi menyampaikan bahwa Museum Papua telah mendapatkan perhatian dari pemerintah Indonesia sejak 2015 lalu dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Periode 2014-2016, Anies Baswedan, pada 11 Oktober 2015.

“Saat itu, Mendikbud Anies hadir pada acara Frankfurt Book Fair 2015, di mana Indonesia menjadi Guest of Honour atau Tamu Kehormatan. Didampingi Dubes RI untuk Republik Federasi Jerman saat itu, Fauzi Bowo dan Wali Kota Gelnhausen Thorsten Stolz,” ungkap Ardi.