97 Guru di Depok Dipoles Jadi “Cakep”

oleh -1 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
gurua
Ilustrasi

PEMERINTAH Kota Depok mengirimkan 97 orang guru untuk menjadi peserta rekrutmen serta diklat Calon Kepala Sekolah (Cakep). Program ini dilakukan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Kepala Sekolah.
Hal ini mengacu pada Peraturan Mendiknas Nomor 28 Tahun 2010 yang menyebutkan bahwa Kepala Sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin sekolah. Semua peserta telah melalui tahapan rekrutmen dengan seleksi administrasi dan akademik serta tahap diklat.

Diklat Cakep bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Kemendikbud di Kabupaten Karang Anyar, Jawa Tengah. Semua peserta dinyatakan lulus dan mendapat Sertifikat Tanda Tamat Pendidikan & Pelatihan (STTP) dan dicatat dalam database nasional serta diberi Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS).

Mereka terdiri dari 84 jenjang SD, enam orang jenjang SMP, dan tujuh orang jenjang SMA/SMK. Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail selaku Pembina Apel menyerahkan secara simbolis STTP kepada enam peserta yang meraih nilai terbaik.

“Selamat atas kelulusannya. Saya berharap, jangan hanya memikirkan bagaimana menambah angka kredit saja, tetapi pikirkan bagaimana berinteraksi meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Depok. Bila kita kreatif, maka angka kredit pasti mengikuti karena kita ikut berbuat. Tetaplah menjadi guru dan pendidik, jadilah obor untuk anak-anak dan orangtua yang secara sungguh-sungguh melakukan proses-proses pembelajaran yang benar,” tuturnya di Balaikota Depok, Kamis (26/6/2014).

Nur Mahmudi melanjutkan, guru berpengaruh mewarnai pola berpikir, pola bertindak, dan berperilaku. Karena itu, para guru harus memiliki pendirian dan perilaku yang layak menjadi contoh, menjadi obor yang bersahaja, bukan malah bermewah-mewah. Terkait dengan jabatan, baik diangkat atau pun tidak diangkat menjadi Kepala Sekolah, ia meminta kepada para guru jangan kecewa.

“Tetap tunjukan bahwa saudara memiliki dedikasi yang layak untuk menjadi teladan. Menjadi kepala sekolah atau tidak, saudara tetaplah seorang guru. Menjadi guru tidak hanya di sekolah saja, tetapi di rumah, di lingkungan, dan di mana pun kita berada sehingga orang di sekitar kita terinspirasi oleh kita. Para guru juga harus siap menghadapi isu serta problem yang terkait dengan penyandang masalah kesejahteraan sosial,” ungkapnya.

Nur Mahmudi mengingatkan bahwa program Dinas Pendidikan mendorong menciptakan mental, tekad, dan komitmen para guru.

“Serta tunjukan bahwa saudara adalah guru yang mampu membuka dan mencerahkan minat mereka yang belum berijazah, sehingga mereka terinspirasi untuk mendapatkan ijazah. Karena pendidikan di Kota Depok untuk semua (education for all). Jadilah mengayom, pemberi informasi, dan pendorong bagi mereka yang belum berijazah agar mereka bisa ikut ujian paket kesetaraan dan memiliki ijazah hingga SMA/SMK,” tutup Nur Mahmudi.(kampus.okezone.com)

6 thoughts on “97 Guru di Depok Dipoles Jadi “Cakep”

  1. Night shifts 5 truths.1) Working nights is not fun and you don’t sit on your backside all night contrary to popular belief.2) We don’t sleep on night shifts either contrary to popular belief.3) its damn hard to sleep in the morning because your body clock is so messed up.4) The first day your up after a nightshift on your day off feels like your in a dreamland.5) We deserve 50% penalties for ni!!hstift!h!g! Not 25%…..go for gold and ask for 50%

  2. Oh, I have so many childhood memories of these cookies. Haven't had one in ages. My grandma used to make us but shaping them in triangle. Thanks for sharing Angie

  3. Just love these licks and I would like to purchase the course. However before I do I need to know how long are each of the backing tracks that go with them. I would need the backing tracks to go on for at least 5 mins or longer and they would need to be on a CD. I perform jazz guitar with jazz backing CDs and I would like to do the same with these. So are they lengthy backing tracks and on a CD. Presumably there are two speeds as well. If all this is satisfactory then I’ll purchase.

  4. Hi Jane – point well expressed and well taken. I agree entirely with you, and I don’t see your standpoint as being in contradiction with mine, but perhaps a convincing argument that I had neglected to think about when I wrote yesterday’s post.Keep kicking on! Someone has to be living proof that you’re never too old.Karen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.