50 Guru PAUD Ikuti Pelatihan Integratif Tingkat Dasar

oleh -3 views
ilustrasi
Arrief Ramdhani
ilustrasi
ilustrasi

TENAGA pendidik, khususnya pendidik anak usia dini dituntut selalu meningkatkan kompetensi. Hal ini penting karena pendidikan di usia dini sangat menentukan tingkat kualitas kesehatan, intelegensi, kematangan emosional dan produktivitas manusia pada tahap selanjutnya.

“Ini penting untuk menyiapkan pemimpin bangsa di masa depan,” ujar Prof Sugeng Santoso, pendiri PAUD saat membuka pelatihan mandiri PAUD Holistik Integratif tingkat dasar, di Jakarta.

Salah satunya, ujar Sugeng, pendidik harus mampu menyiapkan lingkungan yang dapat memunculkan keinginan anak mempelajari banyak hal.

“Karena itu pelatihan ini sangat penting sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, sebagaimana yang kita harapkan,” ujarnya.

Sebanyak 50 pendidik dan tenaga kependidikan dari 17 PAUD di Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur mengikuti pelatihan yang digelar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu, Rabu (10/9). Mereka mendapat pelatihan melalui sejumlah metode, seperti ceramah, diskusi, analisa, pemecahan masalah, observasi dan simulasi.

Pelatihan merupakan tindaklanjut dari Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 1000 Anak Bangsa untuk mengembangkan PAUD Holistik Integratif yang diselenggarakan PT Sarihusada Generasi Mahardika bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI).

Arif Mujahidin selaku Head of Corporate Affairs Sarihusada menuturkan, pelatihan ini juga untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan para pendidik dan tenaga kependidikan PAUD, terutama pengimplementasian PAUD Holistik Integratif, yaitu terintegrasi dalam bidang pendidikan, perlindungan anak dan pentingnya kesehatan.

“Kami percaya bahwa PAUD merupakan pendidikan yang pertama kali diberikan kepada anak sejak lahir, sehingga penting bagi PAUD tidak hanya mementingkan pendidikan semata, namun memperhatikan semua aspek yang diperlukan dalam keseluruhan tumbuh kembang anak seperti gizi, kesehatan dan perlindungan,” kata dia dalam pernyataan tertulis.

Dr Sofia Hartati, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ menjelaskan, pelatihan ini dibagi menjadi beberapa tahapan. Usai tingkat dasar, peserta akan mendapat pelatihan tingkat menengah dan kelanjutan. Materi yang dipaparkan meliputi kegiatanWorkshop, Parenting & Nutrition Program serta Tutorial Lapangan.

“Secara total seluruh peserta akan mendapatkan pelatihan selama 248 jam yang terdiri dari 48 jam teori dan 200 jam praktek lapangan,” ujar Sofia Hartati.(republika.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.