395 Guru Ikuti Sosialisasi APEM

Friday 06 September 2019 , 9:24 AM

Ilustrasi (makmalpendidikan.net)

SEBANYAK 395 peserta dari guru dan tenaga kependidikan atau pengawas dan kepala sekolah mengikuti acara sosialisasi lomba Alat Peraga Edukasi Murah (APEM), Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Best Practice, yang digelar Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon. Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan dan Pengarahan (Kespar) pada Dindik Kota Cilegon, Hikmatullah menjelaskan, ada sebanyak 395 orang peserta yang ikut dalam lomba itu terdiri dari 284 guru, 83 kepala sekolah dan sisanya pengawas.

“Mereka mengikuti sosialisasi atau teknikal meeting lebih dulu dengan harapan para peserta bisa memahami berbagai ketentuan dalam lomba.Kami ingin para peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah dan pengawas paham, sehingga dalam lomba nanti bisa memberikan yang maksimal,” katanya ketika ditemui diruangannya,Kamis 5 September 2019.

Dia mengatakan, dengan kegiatan tersebut akan muncul karya-karya terbaik dari peserta, sehingga para peserta bisa bersaing dengan ketat dalam lomba.“Kami meyakini dengan ketentuan yang sama, maka akan muncul persaingan ketat dalam lomba,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dindik Kota Cilegon, Muhtar Gojali menyatakan, adanya lomba APEM, KIT dan Best Practice adalah upaya Dindik Kota Cilegon untuk lebih meningkatkan kualitas dan kapastitas guru, sehingga guru semakin profesional dan kualitas pendidikan di Kota Cilegon semakin bagus.

“Sekarang ini para peserta lomba dari mulai guru, pengawas dan kepala sekolah diberikan pembekalan. Ini upaya konsisten dari dindik untuk terus membina dan membuat guru semakin profesional,”tuturnya.

Di tengah era globalisasi ini,kata dia,peran guru,pengawas dan Kepsek harus bisa mengikuti trend masa kini.Sehingga,kata dia,tidak akan ketinggalan dengan berbagai kemajuan.

“Jadi,kami berharap semuanya ikut serta dan bisa dijadikan sebagai pengalaman untuk menambah wawasan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Ketenagaan Dindik Kota Cilegon, Wandi Wahyudin menyatakan, selain meningkatkan kualitas dan kapasitas. Lomba tersebut diharapkan bisa memotivasi guru untuk berperan aktif dan kratif dalam menggali potensi diri, serta bisa menggali, membina dan melestarikan nilai-nilai kepedukian terhadap peserta didik.“Kami harap segala hal yang bersifat pengembangan diri, menggali potensi bisa diwujudkan oleh para peserta,” ungkapnya kepada Himawan Sutanto.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.