30 Siswa Kabupaten Bandung Dikirim ke Australia

oleh -4 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

SEBANYAK 30 siswa SMK di Kabupaten Bandung akan diberangkatkan ke Adelaide, Australia untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan teknologi informasi dan kewirausahaan pada 27 November nanti. Selama sebulan, pulahan siswa tersebut akan berkunjung ke berbagai universitas dan sentra usaha ekonomi kreatif.

Pelepasan para siswa tersebut dilakukan Bupati Bandung Dadang Naser di Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, Rabu (19/11/2014). Keberangkatan sejumlah siswa tersebut juga didampingi 10 guru dan 10 pendamping dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung Dadang Naser mengungkapkan, selain untuk menjalin persahabatan dengan Australia, program tersebut juga bertujuan untuk mengadopsi sistem pendidikan yang berkualitas di luar negeri agar diterapkan di Kabupaten Bandung. Harapannya, para siswa di Kabupaten Bandung memiliki daya saing tinggi dan mandiri.

“Pulang dari Austalia, diharapkan para siswa ini bisa berbagi ilmu dengan siswa lainnya mengenai kewirausahaan dan dunia IT. Selain itu, nilai-nilai positif seperti kedisiplinan dan kebersihan bisa diterapkan,” ujar Dadang kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Agus Firman menuturkan, ketiga puluh siswa tersebut terjaring dari ratusan siswa lainnya untuk mengikuti program tersebut. Seleksi dilakukan selama lima bulan, di antaranya mencakup kemampuan berbahasa Inggris dan IT.

Selama sebulan mengikuti pendidikan, para siswa akan berkunjung ke beberapa universitas dan para pelaku usaha ekonomi. Selain itu, mereka juga akan tinggal bersama dengan masyarakat lokal.

“Semua kegiatan yang tercakup dalam program ini didanai sepenuhnya dari APBD. Program ini baru pertama kalinya dijalankan tahun ini. Jika hasilnya bagus, ke depan akan dilanjutkan,” kata Agus.

Agus menambahkan, sebelumnya Disdikbud Kabupaten Bandung juga mengirimkan puluhan guru untuk belajar di Australia. Hasilnya, mereka membudayakan kebiasaan membaca bagi para siswanya. Dalam satu jam, siswa bisa membaca hingga sepuluh buku dan menyerap informasi penting di dalamnya.

“Kami harap para siswa yang diberangkatkan kali ini juga membawa hal-hal yang positif untuk dibagikan dan diterapkan di daerah,” tuturnya.

Salah seorang siswa peserta program, Yuli Anggraeni (17) mengaku senang bisa mengikuti program tersebut. Dia tak menyangka bisa lolos dari seleksi dan menyisihkan ratusan siswa lainnya.

Siswa SMK 1 Penida Katapang tersebut juga mengaku akan memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin. Apalagi, program tersebut akan menambah wawasan dan keterampilannya di bidang IT dan kewirausahaan.

“Bidang TI dan wirausaha ini memang penting agar kita bisa mandiri. Saya harap nanti bisa berbagi ilmu dengan yang lain sepulangnya dari Australia,” tambahnya.(pikiran-rakyat.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.